Senin, 28 Maret 2016

Garukpala Adventure

Hai bro apa kabar ...Jumpa lagi dengan saya Ryan Si Lurah Garukpala, berhubung untuk bulan maret ini Tim Garukpala tidak ada Trip maka saya akan sedikit membahas tentang apa itu Garukpala Adventure.

Monggo di simak nggih ...
Garukpala Adventure ini didirikan oleh 6 Pria Lugu yang jauh dari rumah yaitu saya sendiri pria dari Gunungkidul yang selalu taat pada perundang-undangan yang berlaku, Bang Bara pria dari solo bersuara emas, Bang Ari pria penuh talenta dari Sleman, Bang Herry Pria baik hati dari Magelang, Bang Dani pria Bersahaja dari Jakarta dan Bang Manto pria penuh inspirasi dari Jogja. Walaupun tidak begitu tegak dan gak tau kapan dan dimana tapi Garukpala Adventure bagi kami bukan sekedar wadah bagi sekumpulan remaja yang mempunyai hobi serupa tapi tempat berkumpulnya para saudara untuk menikmati hidup dengan sudut pandang yang berbeda, tentunya dengan tanpa merugikan alam dan orang lain.
Terlepas dari sulitnya perjuangan kami melewati belantara yang sunyi dan berbagai kendala beradventure Garukpala Adventure juga menjadikan kami tahu apa arti dari sebuah persahabatan dimana kami bisa saling menjaga satu sama lain, saling mendukung dan saling melindungi. Terkadang semua itu dilalui dengan tangis terkadang juga dilalui dengan tawa bahagia, yang pasti apapun yang dihadapi kami selalu bersama karena bagi kami puncak memang sebuah harapan tapi sampai dirumah dengan selamat adalah tujuanya.
Dan inilah dokumentasi beberapa Trip Garukpala Adventure ...

Garukpala Adventure di Puncak Gunung Merapi
Garukpala Adventure di puncak Gunung Sindoro

Persiapan Garukpala Adventure naik ke Gunung Sumbing via Garung

Duo Garukpala Adventure di Pasar bubrah Gunung Merapi

Garukpala Adventure di Puncak Gunung Andong
Garukpala Adventure di Puncak Gunung Prau
Solo Touring Garukpala Adventure ke Telaga Sarangan
Garukpala Adventure menjadi Relawan untuk
pemadaman di Gunung Merbabu
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Kinahrejo
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Pantai Glagah
Duo Garukpala Adventure di puncak Gunung Ungaran 
Garukpala Adventure di Pos 3 Merbabu via Suwanting
Persiapan Garukpala Adventure di Basecamp
Cemoro sewu
Duo Garukpala Adventure di Puncak Gunung Lawu
Garukpala Adventure di Pendakian Gunung Ungaran
Garukpala Adventure Rafting di Sungai Elo
Garukpala Adventure di Pos 2 Merbabu via Wekas
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Pantai Kayu Arum
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Pantai Ngrenehan
Garukpala Adventure di Pendakian Gunung Prau
via Pathak Banteng
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Pantai Peyuyon
Garukpala Adventure Trip Gunung Api Purba
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Watu Payng
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Gunung Ireng
Garukpala Adventure bergabung dengan TNI dan tim SAR
untuk melakukan pemadaman di Gunung Merbabu
Untuk video Trip Garukpala Adventure bisa di lihat di   Garukpala Adventure
Ok bro sekian dulu ulasan tentang Garukpala Adventure, Sorry materinya singkat banget. Maklum baru banyak kerjaan besok materinya tak tambah lagi.

Salam lestari.
YNWA

Minggu, 28 Februari 2016

Badai Es di Puncak Kenteng Songo Gunung Merbabu


You'll Never Walk Alone
Sugeng enjing Kangmas Mbakyu sedoyo, apa kabar ...

Jumpa lagi dengan Grup legendaris GARUKPALA yang super gokil, trip GARUKPALA kali ini terdiri dari Bang Bara pria kelahiran Solo yang terkenal dengan suara emasnya, Bang Ari pemuda sleman yang penuh talenta, Bang Dani anak jakarta sekaligus Arjunanya Garukpala dan yang terakhir saya Ryan bocah jogja yang selalu patuh pada undang-undang yang berlaku. Dan tujuan kita kali ini adalah Gunung Merbabu via Wekas, trip kali ini adalah inisiatif dari Bang Bara yang ingin memperkenalkan keindahan puncak Gunung Merbabu kepada kami para pendaki pemula.

Gunung Merbabu terletak di jawa tengah dengan ketinggian 3.142M dpl pada puncak Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata "meru" yang berarti gunung dan "babu" yang berarti wanita. Gunung ini dikenal sebagai gunung tidur meskipun sebenarnya memiliki 5 buah kawah: kawah Condrodimuko, kawah Kombang, Kendang, Rebab, dan kawah Sambernyowo.

Dengan cuaca yang masih kurang bersahabat kami sepakat ketemu di Basecamp Wekas jam 09:00 dan memulai pendakian jam 10:00, sekedar informasi alamat ke Basecamp Wekas adalah Dusun Kedakan, Desa Kenalan, Kec. Pakis, Kabupaten Magelang. dengan koordinat 7°26’08.2″S 110°23’15.0″E . nah dari lokasi tersebut tinggal ikuti saja petunjuk arah yang sudah tersedia.
Karena rumah saya dan Bang Ari searah jadi kami berangkatnya bareng sedangkan Bang Bara bareng sama Bang Dani yang sehari sebelumnya sudah menginap di rumahnya.
Gerbang Basecamp Wekas
Pos TPR
Jam 08:00 saya dan Bang Ari sudah sampai Basecamp Wekas, setelah membayar tiket pendakian sebesar Rp 5.000 sambil menunggu Bang Bara dan Bang Dani kami memesan sarapan dan segelas susu jahe.
Jam 13:00 Bang Bara dan bang Dani belum juga datang padahal area basecamp sudah diguyur hujan yang sangat lebat, karena enggak ada signal kami kesulitan untuk menghubungi mereka, kami khawatir terjadi sesuatu dengan mereka atau tiba-tiba mereka SMS "Bro, aku sudah sampai puncak kenteng songo. buruan naik.". kalau gitu kan berabe ...

Jam 14:00 akhirnya Bang Bara dan Bang Dani sampai juga di Basecamp, ternyata mereka tadi salah jalan..  "Oalah bang gak apa-apa salah jalan yang penting tidak salah urat, kalau salah urat gagal deh rencana muncak." candaku ke Bang Bara.
Setelah menunaikan ibadah sholat ashar, dengan formasi Bang Bara paling depan di susul Bang Ari dan Bang Dani serta saya yang paling belakang, kami memulai pendakian dengan di iringi hujan yang sangat deras.
GARUKPALA ...Yeahhh !!!
Peta pendakian

Bara Captain Fantastic
Ari Mr. Incredible
Dani Prince of Garukpala
Ryan The Iceman
Karena hujan tidak kunjung reda, perjalanan kami dari basecamp ke pos 2 atau camping area hampir tanpa istirahat dan sebelum maghrib kami sudah sampai di tempat tersebut. Tanpa berlama-lama kami mendirikan tenda kemudian kami menunaikan ibadah sholat maghrib dan memasak untuk makan malam. Setelah makan malam sambil mendengarkan musik dan temani kopi hangat kami mengobrol tentang pacar, tentang mantan, mantan yang belum sempat jadi pacar bahkan kami membicarakan tentang Politik, seperti siapa yang layak memimpin indonesia di tahun 2097 mendatang dan siapa dalang dibalik menjomblonya Bang Bara dalam beberapa tahun terakhir.

Malam semakin larut, setelah menunaikan ibadah sholat isya Bang Dani tidur duluan disusul Bang Ari dan Bang Bara. Jam tangan sudah menunjukan pukul 23:00 waktu setempat tapi mataku belum juga terpejam, terbayang andai saja di gunung seperti ini ada seseorang yang memberi kehangatan seperti bakso atau wedang ronde pasti ceritanya akan berbeda. Dengan ijin Allah tak lama kemudian saya juga tertidur, tapi tepat jam 00:00 sesuatu yang ganjilpun membangunkan saya, saat itu kebetulan saya tidur paling pinggir dekat pintu tenda dengan keadaan yang masih sangat mengantuk saya mendengar suara lelaki paruh baya yang sepertinya sudah menjomblo cukup lama dan suara itu semakin lama semakin keras dan semakin membuat saya merinding, dan saat saya menoleh kesebelah kanan ternyata itu suara Bang Bara yang sedang mengigau, "Oalah ternyata suaramu toh bang ..." kataku dalam hati, akhirnya saya melanjutkan tidur malam saya.

Jam 03:30 alarm dari hp bang bara memecah kesunyian di pagi yang dingin itu, "dasar alarm gak tau diri, bukan siapa-siapa gua, berani-beraninya loe jam segini sudah bangunin !!!"  bentak Bang Bara. "ini apa-apaan sih bang pagi buta sudah ribut, aku masih ngantuk nih. ayo tidur lagi aja..." sahutku. akhirnya kami tidur lagi.

Akhirnya jam 05:00 kami benar-benar bangun, setelah menunaikan ibadah sholat subuh kami membuat sarapan,  dan sarapan kali ini kami membuatnya sangat spesial karena kami memakai resep ala chef internasional seperti Chef Bara, Chef Dani Chef Ari dan Chef ryan. Karena nama mereka sudah sangat populer di dunia kuliner, terbayang kan betapa dasyat resep dari chef-chef tersebut.
Pagi itu kami benar-benar sibuk, ada yang manasi sepatu pakai kompor, ada yang berlari-lari kecil di sekitar tenda, ada yang meratapi nasib sudah lama menjomblo dan ada yang sedang serius menyaksikan orang manasi sepatu pakai kompor, orang yang berlari-lari kecil di sekitar tenda dan orang yang meratapi nasib sudah lama menjomblo.
Buat para wanita,
sini abang punya kompor cinta yang siap menghangatkan hatimu ...
cukup ketik Reg (spasi) GARUKPALA dan lapor ke Kepala RT setempat
Dengan di awali do'a, jam 07:00 kami memulai perjalanan ke puncak Merbabu, berbeda dengan gunung jawa tengah lainya jalur ke puncak merbabu via wekas ini lumayan bersahabat, jadi kami bisa menikmati perjalanan dengan sesantai mungkin.
4 Pemuda lugu yang jauh dari rumah
Para pria sehat
Puncak nan jauh di sana ...
Di atas kawah
Masih diatas kawah
Tugu simpang
Perjalanan dari Pos 2 menuju puncak awalnya lancar, di sepanjang  jalur kami di suguhkan pemandangan yang luar biasa, tapi semua berubah saat kami sudah sampai di persimpangan antara Puncak Syarif dan Puncak Kenteng Songo. Cuaca yang tadinya cerah dalam sekejap berubah menjadi berkabut yang tak lama kemudian menjadi hujan di sertai es sebesar biji kapuk, biji jagung bahkan ada yang sebesar kelereng semua itu di iringi angin dan gemuruh petir yang sangat keras, dengan keadaan seperti itu kami di puncak kenteng songo tidak lebih dari 30 detik dan tidak sempat membuat dokumentasi. Setelah bersujud syukur karena sudah sampai puncak, kami meminta perlindungan kepada Allah agar di beri keselamatan dari keadaan itu, kemudian kami turun.
Perjalanan turun dari puncak Kenteng Songo adalah perjalanan terberat saya dan kawan-kawan selama menjadi seorang pendaki, bahkan kata Bang Dani dan Bang Bara kejadian ini lebih berat dari pendakian di Gunung Semeru. Saat yang paling menegangkan adalah saat turun melewati Jembatan Setan, persendian kami sudah sangat kaku bahkan untuk pegangan pada sebuah batu saja sudah sangat sulit. Di saat-saat kritis tersebut pikiran-pikiran yang tidak wajarpun menghinggapi di otak kami, Bang Bara berfikir pasti di antara kami akan menjadi "korban" dalam kejadian tersebut, Bang Ari berfikir dia "tidak akan bisa" melewati, keadaan itu, Bang Dani dia berfikir lebih baik jatuh ke jurang daripada "terjadi apa-apa" dengan dirinya dan menjadi beban untuk yang lain dan saya sendiri berfikir kalau semua ini adalah akibat dosa di masa lalu, dalam hati saya berdo'a "ya Allah kalau memang semua ini karena dosaku yang telah lalu, aku mohon jangan libatkan para sahabat yang aku sayangi". Jujur bro, dulu saya pernah berbuat kesalahan karena berpacaran dengan anak Kepala RT di tempatku padahal hukum adat di tempatku berpacaran dengan anak seorang Kepala RT itu hukumnya Pamali atau biasa disebut Ora ilok bagi rakyak jelata seperti saya dan itu tidak boleh dilanggar.
Dengan sambil menahan dingin yang menusuk tulang kami bersama berjalan melewati angin dan badai, dengan keadaan seperti itu saya teringat lagu You'll Never Walk Alone, lagu kebesaran semua kopites di dunia ...

You'll Never Walk Alone
When you walk through a storm
Saat kau berjalan lalui badai

Hold your head up high
Tegakkan kepalamu

And don't be afraid of the dark
Dan jangan takut pada gelap

At the end of a storm is a golden sky
Di akhir badai, ada langit keemasan

And the sweet silver song of a lark
Dan lagu bahtera perak yang indah


Walk on through the wind
Teruslah berjalan lalui angin

Walk on through the rain
Teruslah berjalan lalui hujan

Tho' your dreams be tossed and blown
Meski mimpi-mimpimu terombang-ambing

Walk on, walk on with hope in your heart
Teruslah berjalan dengan asa di hatimu

And you'll never walk alone
Dan kau takkan pernah berjalan seorang diri

You'll never, ever walk alone
Kau takkan pernah berjalan seorang diri


Walk on, walk on with hope in your heart
Teruslah berjalan dengan asa di hatimu

And
You'll never walk alone
Dan kau takkan pernah berjalan seorang diri
You'll never, ever walk alone
Kau takkan pernah berjalan seorang diri


Dengan menyayikan lagi ini di sepanjang jalur pendakian benar-benar membakar semangat yang sempat surut oleh kejamnya angin dan badai, dengan penuh rasa syukur akhirnya jam 12:00 kami sampai di pos 2. Sambil menghangatkan badan kami memasak untuk makan siang, tak lama kemudian sambil makan siang kami membicaran apa yang baru saja terjadi, di dalam keceriaan itu itu saya sadar bahwa mereka bukan sekedar teman dalam pendakian tapi mereka adalah saudara yang sangat saya sayangi.
Setelah menunaikan ibadah sholat dzuhur kami berkemas untuk kembali ke basecamp.
Karena saat itu kondisi kami sudah sangat capek perjalanan dari pos 2 ke Basecamp membutuhkan waktu selama 3 jam.
Setelah cukup beristirahat dan membayar parkir sebanyak Rp 5.000 kami minta ijin kepada Bapak penjaga Basecamp untuk pulang, dan kami juga saling berpamitan. Saya dan Bang Ari kembali ke Jogja, Bang Bara dan Bang Dani kembali ke Solo.
GARUKPALA ... Uhuuuy !!!
Jam 21:30  saya sampai Jogja, tak lama kemudian saya dapat pesan kalau Bang Ari, Banga Bara dan Bang Dani sudah sampai rumah dengan selamat.
Rasa bahagia dan sedih menjadi satu, saya sangat bahagia karena dengan kekompakan tim akhirnya bisa mencapai puncak dan kembali dengan selamat dan melewati perjalanan yang sangat mengesankan, tetapi disisi lain saya juga bersedih karena berpisah dengan para sahabat yang luar biasa. Dengan kesibukan masing-masing, entah kapan kami bisa berkumpul dan melakukan pendakian lagi ...

Terimakasih Tuhan atas indahnya hidup ini.
Terimakasih telah memberi kemudahan dan keselamatan di sepanjang pendakian ini.
Terimakasih telah mempertemukan
aku dengan sahabat-sahabat yang menjadi keluarga bagiku ...
dan terimakasih buat Bang Bara, Bang Ari dan Bang Dani karena di dalam pendakian ini kita bisa saling menjaga satu sama lain, saling mendukung dan saling melindungi. Semoga di trip selanjutnya kita semakin solid dan kompak.
suatu kehormatan dapat kesempatan mendaki bersama orang-orang hebat seperti kalian.
keberhasilan kita sampai puncak memang luar biasa tapi perjuangan kita melewati segala rintangan itu yang tak akan terlupakan.

Dan semoga pengalaman di pendakian Gunung Merbabu ini memberikan kita inspirasi untuk menjadi manusia yang lebih baik. Amin

Cerita ini di angkat dari pendakian kami di Gunung Merbabu via Wekas Selasa 23 Februari 2016, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Untuk video pendakian tim garukpala bisa di lihat di Pendakian Gunung Merbabu via Wekas

Salam lestari.
YNWA

Sabtu, 16 Januari 2016

Pendakian di Puncak Tugu Magir Titik Tertinggi Gunungkidul

Sebagai seorang pendaki yang masih dalam kategori pemula saya iseng-iseng nyari informasi di tempatnya Mbah Gugel, letak titik tertinggi di Kabupaten Gunungkidul. siapa tahu berawal dari pendakian titik tertinggi Gunungkidul bisa ke titik tertinggi pulau Jawa, Indonesia dan dunia. hehehe
Anggapan saya bahwa titik tertinggi di Gunungkidul adalah Gunung Nglanggeran ternyata salah, karena titik tertinggi di Gunungkidul berada di puncak bukit Batara Sriten yang terletak di Padukuhan Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul Yogyakarta dengan Koordinat klik di sini.
Embung Batara Sriten
O iya, sekedar informasi nama Batara Sriten enggak ada hubunganya dengan tokoh pewayangan seperti Batara Indra, Batara Bayu atau Batara Kala loh bro tapi sebutan Batara Sriten diberikan karena lokasi bukit ini berada di Pegunungan Baturagung Utara yang kemudian disingkat menjadi Batara, tepatnya di wilayah Padukuhan Sriten.
Seperti biasanya disetiap persiapan sebelum pendakian saya sempatkan 2 minggu sebelumnya untuk berolahraga secara teratur untuk meminimalisir cedera otot atau hal lainya.
Akhirnya pada hari kamis 7 januari 2016 saya memulai perjalanan yang sudah saya rencanakan itu, dan untuk perjalanan kali ini saya ditemani Ibu Negara (sebutan untuk mbak pacar)
Jam 08:00 kami memulai perjalanan dari jogja, dengan rute:
Jogja - Jl. Wonosari - Piyungan - Pathuk - Pertigaan Sambipitu (ambil kiri, arah nglipar) - Pertigaan Besar (sbelum pasar nglipar) ambil kiri - Jalan Nglipar_Ngawen - Kedungpoh - Pertigaan setelah Kantor Kepala Desa Pilangrejo (ke kiri, lihat papan petunjuk) - masuk jalan cor berbatu dan menanjak (ikuti papan petunjuk) - Embung Batara Sriten.
Perjalanan dari jogja sampai ke jalan nglipar-ngawen mulus dan lancar, setelah pertigaan kantor kepala desa pilangrejo jalanan mulai menanjak, akhirnya Si Ipul (motor matic kesayangan) mulai bekerja keras membawa saya dan ibu negara ke puncak. Baru nanjak sekitar 2 KM karena kondisi jalan yang semakin rusak akhirnya Si Ipul menyerah, dengan kondisi seperti itu saya turun membawa semua barang-barang dengan jalan kaki, kemudian Ibu Negara sendirian berjuang dengan Si Ipul melewati jalan nanjak dengan kondisi yang mulai rusak dan menunggu saya di jalan yang mulai landai. Kejadian seperti itu sampai berulang 5x.Dengan penuh perjuangan akhirnya kami sampai di Pos Retribusi, dan untuk masuk ke tempat wisata ini kami cukup membayar Rp 8.000 dengan rincian biaya parkir motor Rp 2.000 dan tiket untuk 2 orang Rp 6.000.
Dengan penuh perjuangan akhirnya kami sampai di Embung Batara Sriten saat itu sudah jam 09:45, ternyata bukit yang saya maksud letaknya tidak jauh dari Embung Batara Sriten padahal perkiraan saya untuk sampai ke puncak bukit harus trekking seperti Gunung Nglanggeran.
Sambil beristirahat di salahsatu gazebo kami membuka bekal berupa soft drink dan snack yang kami beli di tengah perjalan tadi.
Peragawati dan Binarangka
Ibu Negara versi Garukpala
Setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan ke puncak Tugu Magir, begitulah puncak di sisi timur itu disebut. dan dari embung ke puncak kami hanya membutuhkan waktu 5 menit."Wah kalau kayagini yang muncak motornya, bukan pendakinya" kataku dalam hati. Di tempat ini ternyata terdapat sebuah makam tiban yang dipercaya sebagai petilasan Syeh Wali Jati, seorang kerabat Sultan pada masanya.
Petilasan Syeh Wali Jati
Puncak Tugu Magir yang berketinggian 859 Mdpl menyuguhkan pemandangan 360 derajat wilayah-wilayah di sekitarnya seperti Rawa Jombor, Gunung Merapi, deretan pegunungan Gunungkidul dan Wonogiri. Saat menikmati keindahan di puncak terlintas sebuah imajinasi, andai saja di area ini belum ada akses jalan untuk kendaraan bermotor pasti tempat ini sangat potensial untuk di jadikan tujuan pendakian seperti Gunung Andong atau Gunung Prau, dengan suguhan pemaandangan yang di berikan Puncak Tugu Magir saya yakin misalnya puncak ini di jadikan sebuah tempat pendakian pasti setiap hari akan penuh dengan Tenda Dome para pendaki.
Melamun tanda tak dalam
Ngademke pikir
Bahagia diatas kepedihan orang lain
yang corat-coret kalian NORAK !!!
Batas antara bahagia dan luka
Puncak tertinggi Gunungkidul
Sebenarnya kami ingin menikmati keindahan sunset di Embung Batara Sriten tapi karena saat itu masih sekitar jam 14:00 daripada terlalu lama menunggu kami gunakan untuk melanjutkan perjalanan dan menikmati sunset di tempat lain.
Perjalanan turun dari lokasi embung ternyata lumayan menegangkan, menyusuri jalanan menurun curam kami hanya menggunakan motor matic padahal untuk ke tempat Wisata Batara Sriten sangat tidak disarankan bila menggunakan motor matic. Tidak adanya engine brake pada motor matic membuat pengemudi hanya bisa mengandalkan rem, sehingga lebih mudah mengalami over heating pada disc brake.
Sekian catatan perjalanan saya di Tempat Wisata Batara Sriten dan untuk videonya bisa dilihat di Trip ke Embung Batara Sriten dan Puncak Tugu Magir, semoga bermanfaat.

Untuk mengikuti perjalanan saya selanjutnya silahkan berkunjung di Gunung Ireng Kepingan Merapi di Sisi Selatan Yogyakarta.
Salam Lestari

You'll Never Walk Alone

Gunung Ireng Kepingan Merapi di Sisi Selatan Yogyakarta

"Berawal dari kisah Raden Bratasena dalam lakon pewayangan. Pada zaman dahulu kala, konon Raden Bratasena sangat marah ketika melihat sekelompok kera bermain bintang di puncak Merapi sehingga Raden Bratasena menendang sekelompok kera tersebut namun tendanganya meleset melainkan mengenai puncak merapi sehingga terlempar jauh di segala penjuru salah satunya di padukuhan Srumbung yakni Gunung Ireng".
Itulah sejarah singkat dari Gunung Ireng ...

Melanjutkan perjalanan dari Wisata Batara Sriten saya langsung tancap gas menuju Gunung Ireng yang terletak di Padukuhan Srumbung, Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta dengan Koordinat GPS Klik disini.
Misalnya dari jogja langsung saja menuju bukit bintang, dari bukit bintang terus aja sampai perempatan radio GCD FM atau kantor Polisi Patuk. Nah, sampai perempatan ini ambil kanan, kalau kiri ke gunung api nglanggeran, kalo lurus terus ya ke Wonosari. Setelah ambil kanan lurus dikit nanti ada pertigaan lurus saja jalannya menurun, emang kalau jalan besarnya belok kanan tp itu arah ke hutan pinus imogiri. Setelah lurus terus ikuti jalan itu sampai mentok ketemu perempatan yang ada tugunya kemudian ambil kanan, gak jauh dari situ sudah ada papan penunjuknya Gunung Ireng. Papannya ada dikiri jalan. Nah, tinggal ikuti papan itu aja belok kanan kemudian kiri jalan sudah ada gapura masuk Gunung Ireng.
Lurah Garukpala Adventure
Setelah melewati macetnya Jl. wonosari  jam 17:20 akhirnya saya sampai di Pos retribusi kawasan Gunung Ireng, dengan membayar Rp 2.000 untuk biaya rparkir dan Rp 3.000 untuk biaya masuk kawasan wisata saya melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Ireng. Perjalanan dari tempat parkir ke puncak Gunung Ireng ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama, cukup 5 menit saya sudah sampai puncak Gunung Ireng.
Pos Retribusi dan tempat parkir
kawasan wisata Watu Ireng
Sebenarnya banyak yang di tawarkan di kawasan wisata Gunung Ireng seperti lafal Allah raksasa yang terukir jelas di dinding Gunung Ireng. Di bawahnya juga ada sebuah batu yang sebagian masyarakat meyakini kalau di sini dulu adalah bekas candi Hindu-Budha.
Ada juga yang meyakini kalau di sini sebagai petilasan Sunan Geseng dan Sunan Kalijaga. Bukti lainnya yakni adanya batu yang kita namai watu lumpang, watu lumpang merupakan cekungan kecil berjumlah 5 buah yang mengandung arti 5 rukun Islam. Menurut cerita orang tua, konon di lokasi ini sering terdengar suara orang memainkan gejok lesung yang suaranya bisa terdengar hingga daerah Bantul.
Selain itu, masih di area Gunung Ireng, ada batu yang disebut sebagai watu tapak kaki. Seperti namanya, batu itu berbentuk sebuah telapak kaki.Tidak jauh dari situ, terdapat sebuah kubangan dekat sumber mata air yang dinamakan sebagai Sendang Ayu. Konon, masyarakat percaya jika air sendang ayu digunakan untuk membasuh muka bisa menjadi awet muda. Tapi karena waktu yang tidak memungkinkan, saya hanya menuju puncak dan menungggu datangnya sunset, tapi saat itu saya kurang beruntung setelah menunggu sampai jam 18:00 sunset indah yang saya harapkan sama sekali tidak kelihatan yang ada cuma kabut tebal yang menyelimuti sisi barat Gunung Ireng.
O iya, selain kaya akan peninggalan dan batu-batuan unik, Gunung Ireng juga menyajikan pemandangan asyik saat pagi hari. Jadi misalnya camping di tempat ini kalau beruntung bisa melihat sunrise dengan view seperti di atas awan layaknya gunung dengan ketinggian 3000 MDPL.

Nunggu KEPASTIAN sunset
Salah-satu Spot camping di kawasan wisata Watu Ireng
Siluet

Gazebo di atas tebing salah-satu ikon kawasan wisata Watu Ireng
Jürgen Klopp jowo
Jam 18:30 dengan perasaan sedikit kecewa saya kembali ke jogja tercinta.

Sekian catatan perjalanan singkat Gunung Ireng Kepingan Merapi di Sisi Selatan Yogyakarta dan untuk videonya bisa dilihat di Trip ke Watu Ireng Gunungkidul Yogyakarta.

Semoga bermanfaat.
Salam Lestari

You'll Never Walk Alone