Senin, 16 Mei 2016

Pendakian Gunung Merbabu via Selo

I'm Kopites
Selamat malam kakak-kakak pecinta alam ...

Jumpa lagi dengan Grup legendaris GARUKPALA yang super gokil, trip GARUKPALA kali ini terdiri dari Bang Bara pria kelahiran Solo yang terkenal dengan suara emasnya, Bang Ari pemuda sleman yang penuh talenta, Bang Dani anak jakarta sekaligus Arjunanya Garukpala, bang Rizal si murid baru dari Karanganyar dan yang terakhir saya Ryan bocah jogja yang selalu patuh pada undang-undang yang berlaku. Dan tujuan kita kali ini adalah Gunung Merbabu via Selo, trip kali ini selain untuk merayakan hari rabu yang datang hanya sekali dalam seminggu juga untuk mengobati rasa penasaran kami yang sudah naik merbabu sampai tiga kali tetapi selalu tanpa dokumentasi di puncak karena terkena hujan dan badai. Bahkan di Trip yang ke tiga kami terkena badai es dari Jembatan Setan sampai Puncak Kenteng Songo.
Para pemuda lugu yang jauh dari rumah
Gunung Merbabu terletak di jawa tengah dengan ketinggian 3.142M dpl pada puncak Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata "meru" yang berarti gunung dan "babu" yang berarti wanita. Gunung ini dikenal sebagai gunung tidur meskipun sebenarnya memiliki 5 buah kawah: kawah Condrodimuko, kawah Kombang, Kendang, Rebab, dan kawah Sambernyowo.

 Jalur Selo dalah jalur favorit para pendaki dalam pendakian gunung Merbabu. Jalur Selo memiliki tingkat kesulitan yang medium dan cocok sekali untuk pendaki pemula. Pada jalur Selo ini pula pendaki akan mendapati pemandangan yang luar biasa seperti hutan, sabana rumput, bukit, kabut dan lain-lainnya. Akan tetapi di jalur ini tidak terdapat mata air seperti di Jalur pendakian Merbabu lainya seperti Jalur Pendakian Merbabu via suwanting atau Merbabu via wekas, jadi sangat disarankan untuk membawa persediaan air yang lebih.
Selo adalah nama sebuah desa di kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Desa Selo ini merupakan desa yang terletak di antara gunung Merbabu dan gunung Merapi. Sehingga desa ini bisa dibilang sebagai start-nya pendakian untuk gunung Merbabu dan juga gunung Merapi.

Kita bisa menuju ke desa Selo lewat Magelang ataupun Boyolali. Tips penting sebelum melakukan pendakian ke gunung Merbabu yakni tentukan jalur pendakiannya dulu kemudian cari tahu petunjuk untuk ke sana. Jika dari arah Yogyakarta maka biasanya paling mudah adalah lewat kota Muntilan. Para pendaki bisa naik angkutan umum atau sepeda motor atau mobil. Jika kamu bingung, kamu bisa tanyakan kepada orang saat di Muntilan atau di Boyolali arah menuju Selo. Atau gunakan teknologi di gadgetmu seperti GPS atau Google Maps dengan koordinat Klik disini kakak

Perjalanan dimulai dari kota jogja tercinta, karena rumah Bang Ari dan saya masih searah jadi kami janjian ketemu di Lapangan Denggung, Sleman. Pukul 06:00 saya bareng Bang Dani yang sorenya baru dateng ke jogja dan menginap di tempat saya. Memulai perjalanan, tapi di jalan Bang Dani bilang ingin sarapan Gudeg simbah yang jualan di Jl. Sosrowijayan dan karena tempat itu tidak jauh dari rute perjalanan sekalian kami mampir sarapan di kuliner yang lagi ngetrend tersebut.

Selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan ke Lapangan Denggung dan ternyata Bang Ari sudah menunggu dengan wajah pucat pasi, dengan penuh rasa penasaran aku langsung bertanya "kamu kenapa e bang, sakit atau gimana kok pucat kayagitu kayak habis ngelihat hantu ?" dengan terbata-bata Bang Ari menjawab "Barusan mantanku lewat di boncengin cowok dan dia peganganya mesra banget padahal baru tadi malem dia mutusin aku ..." dengan menahan tawa akupun berusaha menenangkan Bang Ari yang sedang gusar tidak beraturan "udah bang, cewek gak cuma satu walaupun yang mau sama sampean itu terbatas. Tapi lebih baik kita buru-buru berangkat keburu siang. siapa tahu nanti di dalam pendakian sampean ketemu jodoh." dengan semangat yang mulai bangkit Bang Ari menjawab "Oke dueeeh, let's goooo". Dan kamipun melanjutkan perjalanan ke Basecamp Selo.
Salah satu basecamp pendakian
di Pendakian Gunung Merbabu via Selo
Basecamp
Jam tangan kado dari Mbak pacar pas ulang tahun yang ke 19 telah menunjukan pukul 09:00 dan kami bertiga sampai basecamp selo dengan selamat, tetapi Bang Bara dan Bang Rizal belum juga kelihatan rambut poni tanggungnya. Kebiaaan ini Bang Bara tiap janjian pasti ngaret tahu gitu janjianya jam 02:00 biar jam 09:00 dia sudah sampai di Basecamp Selo. O iya bro, sekedar informasi di Jalur Pendakian Merbabu via Selo banyak terdapat Basecamp Pendakian seperti di Jalur Pendakian Merbabu via Wekas, jadi walaupun weekend kalian tidak perlu khawatir tidak dapat tempat. Dan untuk biaya tiket mendaki sebesar Rp 5.000/orang/hari sedangkan untuk parkir sepeda motor cukup dengan membayar Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000. Kita di Basecamp juga bisa memesan makanan atau minuman dengan harga bersahabat seperti mie instan rasa soto, soto rasa mie instan, nasi goreng atau gorengan dengan nasi        sayur dan berbagai minuman hangat lainya.

Setelah menunggu sekian lama, pukul 11: 15 akhirnya Bang Bara dan Bang Rizal muncul dari gelapnya kabut seperti di film horor hollywood, walah kelakuan Bang Bara dan Bang Rizal ini ada-ada saja sudah datang terlambat pakai sok di dramatisir segala. Okelah Bang,,, next trip tak bales aku akan datang lebih telat dari dirimu.

Setelah Ishoma dengan diawali do'a kami memulai perjalanan pukul 13:30. Dari Basecamp ke Pos 1 jalan masih landai dan kami tempuh dengan waktu 1jam.

Dari Pos 1 ke Pos 2 jalan juga masih banyak yang landai, walaupun sudah ada sedikit tanjakan tapi hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Pos 2
Barisan sakit hati
Dani Prince of Garukpala

Karena saat itu cuaca mulai mendung, di dalam perjalanan kami hampir tanpa beristirahat. Kami hanya berhenti secukupnya untuk minum dan melanjutkan perjalanan lagi.
Perjalanan dari Pos 2 ke Sabana 1 jalan mulai menanjak jadi kami membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.
Ryan The Iceman
Dan perjalanan dari Sabana 1 ke Pos 3 juga tidak kalah seru, selain jalan masih terus menanjak tenaga yang sudah berkurang melengkapi keseruan kami. Setelah menempuh waktu 1 jam kami sampai di Pos 3 yang luar biasa adalah di Pos 3 kami disuguhi sabana rumput yang sangat indah.
Ternyata di area Pos 3 sudah ada beberapa pendaki yang mendirikan tenda tetapi karena kami ingin waktu summit attack lebih pendek kami melanjutkan perjalanan ke Sabana 2, karena pemandangan yang sangat indah dan tempat tujuan ngecamp kami sudah dekat, kami memperlambat ritme perjalanan kami sambil menikmati pemandangan sabana yang menjadi ikon Jalur Pendakian Gunung Merbabu via Selo.

Pos 3
Rizal murid baru
Ari Mr. Incredible
Bara Captain Fantastic
Setelah 1 jam perjalanan dari Pos 3 akhirnya kami sampai di Sabana 2 tempat tujuan kami untuk ngecamp. Tanpa berlama-lama kami mendirikan tenda dan memasak untuk makan malam kami.
Melepas lelah sejenak di Sabana 2
Hei kamu ...
mau gak jadi yang kedua ?
Seperti biasanya, setelah ishoma sambil ngopi dan mendengarkan lagu kebangsaan, kami mengobrol banyak hal dari mulai Politik, Budaya, Pendidikan, Ekonomi, Sejarah, Flora dan Fauna. Emang gokil tim Garukpala ini, walaupun pembicaraanya gak ada yang berbobot tapi segala hal kena. Tetapi terlepas dari semua perbincangan yang tidak jelas itu, kami semua tertunduk saat Bang Bara menceritakan sesuatu yang pribadi tentang dirinya. Kejadian yang mungkin bisa terjadi kapan saja kepada kami yaitu tanpa rasa ragu wanita bagaikan bidadari dari surga yang selama ini ada di samping Bang Bara ketika Sedih dan susah (sepertinya Bang Bara ini orangnya jarang bahagia) meninggalkan Bang Bara hanya untuk teman dekat Bang Bara sendiri. Saat Bang Bara bercerita tentang kenyataan pahit tersebut seketika suasana menjadi sunyi, langit menjadi gelap (pukul 20:00), bintangpun tenggelam (hujan). Dengan hati yang tersayat kami mencoba menghibur Bang Bara dengan dengan kata-kata selayaknya Mario Gotze.
Saya "udah bang, relain aja. percaya deh pasti kamu dapet yang lebih baik dari tuh cewek dan semua akan indah pada waktunya."
Bang Dani "besok lagi kalau nyari pacar, nomer satu yang setia bang" (ini saya kurang setuju, harusnya nomer satu itu jenis kelamin. setia itu nomer dua)
Bang Ari "tapi kamu udah gituan belum bang ?" (jujur yang satu ini saya bener-bener gak tau maksudnya apa. yang pasti sebuah masalah tidak akan selesai kalau di jawab dengan sebuah pertanyaan.)
Bang Rizal "(hanya diam sambil berbisik, bijak banget tuh cewek.)"

Malam semakin larut, karena besoknya kami ingin bangun lebih awal dari biasanya, pukul 21:00 kami mulai tidur. Tepat pukul 00:00 kami semua terbangun karena Bang Ari tiba-tiba menjerit histeris, dan dengan wajah yang sangat panik sayapun bertanya "ada apa bang sampai keluar keringat dingin begitu ?"
dengan nada yang lirih Bang Ari menjawab "tadi aku mimpi, ceweku nangis meluk aku sambil berkata pertahankan aku." akupun menyahut "loh bukannya kamu sudah putus tadi malam bang", dengan wajah menggemaskan Bang Ari menjawab "maksudnya mantanku loh bro ...". Dengan senyum lega kami melanjutkan bobok cakep ala Garukpala. (Emang sih, akhir-akhir ini bayangan mantan malah lebih mengerikan dari bayangan hantu)

Dering alarm dari tenda sebelah membangunkan kami, setelah mencuci muka kami membagi tugas untuk persiapan summit attack. Ada yang memasak, ada yang menyiapkan kopi, ada yang berkemas mempersiapkan peralatan untuk summit attack, ada yang bersih-bersih, ada yang memasak sambil sambil menyiapkan kopi dan bersih-bersih sekaligus mempersiapkan peralatan untuk summit attack dan ada beberapa yang menyaksikan orang memasak sambil menyiapkan kopi dan bersih-bersih sekaligus mempersiapkan peralatan untuk summit attack.
Beradventure bukan alasan untuk tidak beribadah ...
inget itu bro !!!
Setelah sarapan dan menuaikan ibadah sholat, dengan diawali do'a kami memulai perjalanan.
summit attack.
Pemandangan Gunung Merapi dari balik padang Edelweiss
Pemandangan Sabana 2 dari Watu lumpang
Dari Sabana 2 atau tempat kami mendirikan tenda ke puncak, kami tempuh dengan waktu 1 jam.

Rasa syukur yang begitu dalampun menyertai kami saat kami sampai puncak merbabu dengan cuaca cerahnya, karena setelah empat kali pendakian baru pendakian ke empat kami bisa mengabadikan saat-saat yang luar biasa dipuncak.
Garukpala ...
Yeeaahhhhh !!!

And you'll never walk alone
Penampakan Kenteng Songo
Sedang kefikiran yang jauh disana
Gunung Andong, Telomoyo, Ungaran dan Prau.
Gunung sindoro dan sumbing nan jauh disana.
Duo Kacau
Una ...
Semangat ...
Luph u Bapak & Simbok
Setelah puas menikmati pemandangan di puncak merbabu, kami kembali ke Sabana 2 dan berkemas kembali ke Basecamp.

Total perjalanan kami dari Puncak Gunung Merbabu ke Basecamp kurang lebih 3 jam.

Setelah cukup beristirahat kami minta ijin kepada Bapak penjaga Basecamp untuk pulang, dan kami juga saling berpamitan. Saya, Bang Dani dan Bang Ari kembali ke Jogja, Bang Bara dan Bang Rizal kembali ke Solo.

Pukul 19:00  saya dan Bang Dani sampai Jogja, tak lama kemudian saya dapat pesan kalau Bang Ari, Bang Bara dan Bang Rizal juga sudah sampai rumah dengan selamat.
Rasa bahagia dan sedih menjadi satu, saya sangat bahagia karena dengan kekompakan tim akhirnya bisa mencapai puncak dan kembali dengan selamat dan melewati perjalanan yang sangat mengesankan, tetapi disisi lain saya juga bersedih karena berpisah dengan para sahabat yang luar biasa. Dengan kesibukan masing-masing, entah kapan kami bisa berkumpul dan melakukan pendakian lagi ...

Terimakasih Tuhan atas indahnya hidup ini.
Terimakasih telah memberi kemudahan dan keselamatan di sepanjang pendakian ini.

dan terimakasih buat Bang Bara, Bang Ari, Bang Rizal dan Bang Dani karena di dalam pendakian ini kita bisa saling menjaga satu sama lain, saling mendukung dan saling melindungi. Semoga di trip selanjutnya kita semakin solid dan kompak.
suatu kehormatan dapat kesempatan mendaki bersama orang-orang hebat seperti kalian.
keberhasilan kita sampai puncak memang luar biasa tapi perjuangan kita melewati segala rintangan itu yang tak akan terlupakan.

Dan semoga pengalaman di pendakian Gunung Merbabu ini memberikan kita inspirasi untuk menjadi manusia yang lebih baik. Amin

Cerita ini di angkat dari pendakian kami di Gunung Merbabu via Selo Rabu 11 Mei 2016, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Untuk video pendakian tim garukpala bisa di lihat di Pendakian Gunung Merbabu via Selo

Salam lestari.
YNWA

Senin, 28 Maret 2016

Garukpala Adventure

Hai bro apa kabar ...Jumpa lagi dengan saya Ryan Si Lurah Garukpala, berhubung untuk bulan maret ini Tim Garukpala tidak ada Trip maka saya akan sedikit membahas tentang apa itu Garukpala Adventure.

Monggo di simak nggih ...
Garukpala Adventure ini didirikan oleh 6 Pria Lugu yang jauh dari rumah yaitu saya sendiri pria dari Gunungkidul yang selalu taat pada perundang-undangan yang berlaku, Bang Bara pria dari solo bersuara emas, Bang Ari pria penuh talenta dari Sleman, Bang Herry Pria baik hati dari Magelang, Bang Dani pria Bersahaja dari Jakarta dan Bang Manto pria penuh inspirasi dari Jogja. Walaupun tidak begitu tegak dan gak tau kapan dan dimana tapi Garukpala Adventure bagi kami bukan sekedar wadah bagi sekumpulan remaja yang mempunyai hobi serupa tapi tempat berkumpulnya para saudara untuk menikmati hidup dengan sudut pandang yang berbeda, tentunya dengan tanpa merugikan alam dan orang lain.
Terlepas dari sulitnya perjuangan kami melewati belantara yang sunyi dan berbagai kendala beradventure Garukpala Adventure juga menjadikan kami tahu apa arti dari sebuah persahabatan dimana kami bisa saling menjaga satu sama lain, saling mendukung dan saling melindungi. Terkadang semua itu dilalui dengan tangis terkadang juga dilalui dengan tawa bahagia, yang pasti apapun yang dihadapi kami selalu bersama karena bagi kami puncak memang sebuah harapan tapi sampai dirumah dengan selamat adalah tujuanya.
Dan inilah dokumentasi beberapa Trip Garukpala Adventure ...

Garukpala Adventure di Puncak Gunung Merapi
Garukpala Adventure di puncak Gunung Sindoro

Persiapan Garukpala Adventure naik ke Gunung Sumbing via Garung

Duo Garukpala Adventure di Pasar bubrah Gunung Merapi

Garukpala Adventure di Puncak Gunung Andong
Garukpala Adventure di Puncak Gunung Prau
Solo Touring Garukpala Adventure ke Telaga Sarangan
Garukpala Adventure menjadi Relawan untuk
pemadaman di Gunung Merbabu
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Kinahrejo
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Pantai Glagah
Duo Garukpala Adventure di puncak Gunung Ungaran 
Garukpala Adventure di Pos 3 Merbabu via Suwanting
Persiapan Garukpala Adventure di Basecamp
Cemoro sewu
Duo Garukpala Adventure di Puncak Gunung Lawu
Garukpala Adventure di Pendakian Gunung Ungaran
Garukpala Adventure Rafting di Sungai Elo
Garukpala Adventure di Pos 2 Merbabu via Wekas
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Pantai Kayu Arum
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Pantai Ngrenehan
Garukpala Adventure di Pendakian Gunung Prau
via Pathak Banteng
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Pantai Peyuyon
Garukpala Adventure Trip Gunung Api Purba
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Watu Payng
Solo Hiking Garukpala Adventure ke Gunung Ireng
Garukpala Adventure bergabung dengan TNI dan tim SAR
untuk melakukan pemadaman di Gunung Merbabu
Untuk video Trip Garukpala Adventure bisa di lihat di   Garukpala Adventure
Ok bro sekian dulu ulasan tentang Garukpala Adventure, Sorry materinya singkat banget. Maklum baru banyak kerjaan besok materinya tak tambah lagi.

Salam lestari.
YNWA

Minggu, 28 Februari 2016

Badai Es di Puncak Kenteng Songo Gunung Merbabu


You'll Never Walk Alone
Sugeng enjing Kangmas Mbakyu sedoyo, apa kabar ...

Jumpa lagi dengan Grup legendaris GARUKPALA yang super gokil, trip GARUKPALA kali ini terdiri dari Bang Bara pria kelahiran Solo yang terkenal dengan suara emasnya, Bang Ari pemuda sleman yang penuh talenta, Bang Dani anak jakarta sekaligus Arjunanya Garukpala dan yang terakhir saya Ryan bocah jogja yang selalu patuh pada undang-undang yang berlaku. Dan tujuan kita kali ini adalah Gunung Merbabu via Wekas, trip kali ini adalah inisiatif dari Bang Bara yang ingin memperkenalkan keindahan puncak Gunung Merbabu kepada kami para pendaki pemula.

Gunung Merbabu terletak di jawa tengah dengan ketinggian 3.142M dpl pada puncak Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata "meru" yang berarti gunung dan "babu" yang berarti wanita. Gunung ini dikenal sebagai gunung tidur meskipun sebenarnya memiliki 5 buah kawah: kawah Condrodimuko, kawah Kombang, Kendang, Rebab, dan kawah Sambernyowo.

Dengan cuaca yang masih kurang bersahabat kami sepakat ketemu di Basecamp Wekas jam 09:00 dan memulai pendakian jam 10:00, sekedar informasi alamat ke Basecamp Wekas adalah Dusun Kedakan, Desa Kenalan, Kec. Pakis, Kabupaten Magelang. dengan koordinat 7°26’08.2″S 110°23’15.0″E . nah dari lokasi tersebut tinggal ikuti saja petunjuk arah yang sudah tersedia.
Karena rumah saya dan Bang Ari searah jadi kami berangkatnya bareng sedangkan Bang Bara bareng sama Bang Dani yang sehari sebelumnya sudah menginap di rumahnya.
Gerbang Basecamp Wekas
Pos TPR
Jam 08:00 saya dan Bang Ari sudah sampai Basecamp Wekas, setelah membayar tiket pendakian sebesar Rp 5.000 sambil menunggu Bang Bara dan Bang Dani kami memesan sarapan dan segelas susu jahe.
Jam 13:00 Bang Bara dan bang Dani belum juga datang padahal area basecamp sudah diguyur hujan yang sangat lebat, karena enggak ada signal kami kesulitan untuk menghubungi mereka, kami khawatir terjadi sesuatu dengan mereka atau tiba-tiba mereka SMS "Bro, aku sudah sampai puncak kenteng songo. buruan naik.". kalau gitu kan berabe ...

Jam 14:00 akhirnya Bang Bara dan Bang Dani sampai juga di Basecamp, ternyata mereka tadi salah jalan..  "Oalah bang gak apa-apa salah jalan yang penting tidak salah urat, kalau salah urat gagal deh rencana muncak." candaku ke Bang Bara.
Setelah menunaikan ibadah sholat ashar, dengan formasi Bang Bara paling depan di susul Bang Ari dan Bang Dani serta saya yang paling belakang, kami memulai pendakian dengan di iringi hujan yang sangat deras.
GARUKPALA ...Yeahhh !!!
Peta pendakian

Bara Captain Fantastic
Ari Mr. Incredible
Dani Prince of Garukpala
Ryan The Iceman
Karena hujan tidak kunjung reda, perjalanan kami dari basecamp ke pos 2 atau camping area hampir tanpa istirahat dan sebelum maghrib kami sudah sampai di tempat tersebut. Tanpa berlama-lama kami mendirikan tenda kemudian kami menunaikan ibadah sholat maghrib dan memasak untuk makan malam. Setelah makan malam sambil mendengarkan musik dan temani kopi hangat kami mengobrol tentang pacar, tentang mantan, mantan yang belum sempat jadi pacar bahkan kami membicarakan tentang Politik, seperti siapa yang layak memimpin indonesia di tahun 2097 mendatang dan siapa dalang dibalik menjomblonya Bang Bara dalam beberapa tahun terakhir.

Malam semakin larut, setelah menunaikan ibadah sholat isya Bang Dani tidur duluan disusul Bang Ari dan Bang Bara. Jam tangan sudah menunjukan pukul 23:00 waktu setempat tapi mataku belum juga terpejam, terbayang andai saja di gunung seperti ini ada seseorang yang memberi kehangatan seperti bakso atau wedang ronde pasti ceritanya akan berbeda. Dengan ijin Allah tak lama kemudian saya juga tertidur, tapi tepat jam 00:00 sesuatu yang ganjilpun membangunkan saya, saat itu kebetulan saya tidur paling pinggir dekat pintu tenda dengan keadaan yang masih sangat mengantuk saya mendengar suara lelaki paruh baya yang sepertinya sudah menjomblo cukup lama dan suara itu semakin lama semakin keras dan semakin membuat saya merinding, dan saat saya menoleh kesebelah kanan ternyata itu suara Bang Bara yang sedang mengigau, "Oalah ternyata suaramu toh bang ..." kataku dalam hati, akhirnya saya melanjutkan tidur malam saya.

Jam 03:30 alarm dari hp bang bara memecah kesunyian di pagi yang dingin itu, "dasar alarm gak tau diri, bukan siapa-siapa gua, berani-beraninya loe jam segini sudah bangunin !!!"  bentak Bang Bara. "ini apa-apaan sih bang pagi buta sudah ribut, aku masih ngantuk nih. ayo tidur lagi aja..." sahutku. akhirnya kami tidur lagi.

Akhirnya jam 05:00 kami benar-benar bangun, setelah menunaikan ibadah sholat subuh kami membuat sarapan,  dan sarapan kali ini kami membuatnya sangat spesial karena kami memakai resep ala chef internasional seperti Chef Bara, Chef Dani Chef Ari dan Chef ryan. Karena nama mereka sudah sangat populer di dunia kuliner, terbayang kan betapa dasyat resep dari chef-chef tersebut.
Pagi itu kami benar-benar sibuk, ada yang manasi sepatu pakai kompor, ada yang berlari-lari kecil di sekitar tenda, ada yang meratapi nasib sudah lama menjomblo dan ada yang sedang serius menyaksikan orang manasi sepatu pakai kompor, orang yang berlari-lari kecil di sekitar tenda dan orang yang meratapi nasib sudah lama menjomblo.
Buat para wanita,
sini abang punya kompor cinta yang siap menghangatkan hatimu ...
cukup ketik Reg (spasi) GARUKPALA dan lapor ke Kepala RT setempat
Dengan di awali do'a, jam 07:00 kami memulai perjalanan ke puncak Merbabu, berbeda dengan gunung jawa tengah lainya jalur ke puncak merbabu via wekas ini lumayan bersahabat, jadi kami bisa menikmati perjalanan dengan sesantai mungkin.
4 Pemuda lugu yang jauh dari rumah
Para pria sehat
Puncak nan jauh di sana ...
Di atas kawah
Masih diatas kawah
Tugu simpang
Perjalanan dari Pos 2 menuju puncak awalnya lancar, di sepanjang  jalur kami di suguhkan pemandangan yang luar biasa, tapi semua berubah saat kami sudah sampai di persimpangan antara Puncak Syarif dan Puncak Kenteng Songo. Cuaca yang tadinya cerah dalam sekejap berubah menjadi berkabut yang tak lama kemudian menjadi hujan di sertai es sebesar biji kapuk, biji jagung bahkan ada yang sebesar kelereng semua itu di iringi angin dan gemuruh petir yang sangat keras, dengan keadaan seperti itu kami di puncak kenteng songo tidak lebih dari 30 detik dan tidak sempat membuat dokumentasi. Setelah bersujud syukur karena sudah sampai puncak, kami meminta perlindungan kepada Allah agar di beri keselamatan dari keadaan itu, kemudian kami turun.
Perjalanan turun dari puncak Kenteng Songo adalah perjalanan terberat saya dan kawan-kawan selama menjadi seorang pendaki, bahkan kata Bang Dani dan Bang Bara kejadian ini lebih berat dari pendakian di Gunung Semeru. Saat yang paling menegangkan adalah saat turun melewati Jembatan Setan, persendian kami sudah sangat kaku bahkan untuk pegangan pada sebuah batu saja sudah sangat sulit. Di saat-saat kritis tersebut pikiran-pikiran yang tidak wajarpun menghinggapi di otak kami, Bang Bara berfikir pasti di antara kami akan menjadi "korban" dalam kejadian tersebut, Bang Ari berfikir dia "tidak akan bisa" melewati, keadaan itu, Bang Dani dia berfikir lebih baik jatuh ke jurang daripada "terjadi apa-apa" dengan dirinya dan menjadi beban untuk yang lain dan saya sendiri berfikir kalau semua ini adalah akibat dosa di masa lalu, dalam hati saya berdo'a "ya Allah kalau memang semua ini karena dosaku yang telah lalu, aku mohon jangan libatkan para sahabat yang aku sayangi". Jujur bro, dulu saya pernah berbuat kesalahan karena berpacaran dengan anak Kepala RT di tempatku padahal hukum adat di tempatku berpacaran dengan anak seorang Kepala RT itu hukumnya Pamali atau biasa disebut Ora ilok bagi rakyak jelata seperti saya dan itu tidak boleh dilanggar.
Dengan sambil menahan dingin yang menusuk tulang kami bersama berjalan melewati angin dan badai, dengan keadaan seperti itu saya teringat lagu You'll Never Walk Alone, lagu kebesaran semua kopites di dunia ...

You'll Never Walk Alone
When you walk through a storm
Saat kau berjalan lalui badai

Hold your head up high
Tegakkan kepalamu

And don't be afraid of the dark
Dan jangan takut pada gelap

At the end of a storm is a golden sky
Di akhir badai, ada langit keemasan

And the sweet silver song of a lark
Dan lagu bahtera perak yang indah


Walk on through the wind
Teruslah berjalan lalui angin

Walk on through the rain
Teruslah berjalan lalui hujan

Tho' your dreams be tossed and blown
Meski mimpi-mimpimu terombang-ambing

Walk on, walk on with hope in your heart
Teruslah berjalan dengan asa di hatimu

And you'll never walk alone
Dan kau takkan pernah berjalan seorang diri

You'll never, ever walk alone
Kau takkan pernah berjalan seorang diri


Walk on, walk on with hope in your heart
Teruslah berjalan dengan asa di hatimu

And
You'll never walk alone
Dan kau takkan pernah berjalan seorang diri
You'll never, ever walk alone
Kau takkan pernah berjalan seorang diri


Dengan menyayikan lagi ini di sepanjang jalur pendakian benar-benar membakar semangat yang sempat surut oleh kejamnya angin dan badai, dengan penuh rasa syukur akhirnya jam 12:00 kami sampai di pos 2. Sambil menghangatkan badan kami memasak untuk makan siang, tak lama kemudian sambil makan siang kami membicaran apa yang baru saja terjadi, di dalam keceriaan itu itu saya sadar bahwa mereka bukan sekedar teman dalam pendakian tapi mereka adalah saudara yang sangat saya sayangi.
Setelah menunaikan ibadah sholat dzuhur kami berkemas untuk kembali ke basecamp.
Karena saat itu kondisi kami sudah sangat capek perjalanan dari pos 2 ke Basecamp membutuhkan waktu selama 3 jam.
Setelah cukup beristirahat dan membayar parkir sebanyak Rp 5.000 kami minta ijin kepada Bapak penjaga Basecamp untuk pulang, dan kami juga saling berpamitan. Saya dan Bang Ari kembali ke Jogja, Bang Bara dan Bang Dani kembali ke Solo.
GARUKPALA ... Uhuuuy !!!
Jam 21:30  saya sampai Jogja, tak lama kemudian saya dapat pesan kalau Bang Ari, Banga Bara dan Bang Dani sudah sampai rumah dengan selamat.
Rasa bahagia dan sedih menjadi satu, saya sangat bahagia karena dengan kekompakan tim akhirnya bisa mencapai puncak dan kembali dengan selamat dan melewati perjalanan yang sangat mengesankan, tetapi disisi lain saya juga bersedih karena berpisah dengan para sahabat yang luar biasa. Dengan kesibukan masing-masing, entah kapan kami bisa berkumpul dan melakukan pendakian lagi ...

Terimakasih Tuhan atas indahnya hidup ini.
Terimakasih telah memberi kemudahan dan keselamatan di sepanjang pendakian ini.
Terimakasih telah mempertemukan
aku dengan sahabat-sahabat yang menjadi keluarga bagiku ...
dan terimakasih buat Bang Bara, Bang Ari dan Bang Dani karena di dalam pendakian ini kita bisa saling menjaga satu sama lain, saling mendukung dan saling melindungi. Semoga di trip selanjutnya kita semakin solid dan kompak.
suatu kehormatan dapat kesempatan mendaki bersama orang-orang hebat seperti kalian.
keberhasilan kita sampai puncak memang luar biasa tapi perjuangan kita melewati segala rintangan itu yang tak akan terlupakan.

Dan semoga pengalaman di pendakian Gunung Merbabu ini memberikan kita inspirasi untuk menjadi manusia yang lebih baik. Amin

Cerita ini di angkat dari pendakian kami di Gunung Merbabu via Wekas Selasa 23 Februari 2016, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Untuk video pendakian tim garukpala bisa di lihat di Pendakian Gunung Merbabu via Wekas

Salam lestari.
YNWA