Rabu, 13 September 2017

Terjebak Badai di Pendakian Gunung Sumbing via Banaran


Salam lestari sedulur-sedulur pecinta alam yang hatinya masih bergetar saat mendengar nama mantan terindah, yang masih suka senyum-senyum enggak jelas saat lewat depan rumahnya berharap dia lagi benerin genteng rumah atau pas lagi mandiin kambing kesayanganya dan ngelihat kamu sambil senyum. please deh, senyumanya bukan karena dia juga masih sayang sama kamu tapi karena dia heran kenapa dulu dia bisa sayang dengan kamu manusia tuna cerdas yang enggak pernah bersyukur dengan keindahanya tapi malah sok-sokan selingkuh dengan orang yg "terlihat" lebih segalanya dan alhasil nyesel tuju tanjakan. Sumpah ini bukan pengalaman pribadi
Dan alam ini diciptakan dengan jutaan misteri yang tidak kita ketahui.
Bukan misteri yang membuat kita takut,
tapi misteri yang membuat kita bergairah untuk mengetahuinya
Ketemu lagi dengan saya Ryan si anak kopites yg akan berbagi cerita tentang pendakian saya kemarin bersama sahabat-sahabat Garukpala Adventure yang cakepnya sampai bergelambiran.
Gunung yang beruntung untuk kami daki kali ini adalah Gunung Sumbing dengan jalur yang masih ranum, yaitu jalur pendakian yang dimulai dari Desa Banaran.
Untuk menuju Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Banaran bisa menggunakan gugel map dengan koordinat Klik disini kakak  .

Pendakian kali ini dilatar belakangi karena sebulan terakhir saya dihajar secara fisik dan mental oleh keadaan, yang ngebuat saya butuh kekasih suasana baru. Habisnya enggak suntuk gimana coba, status mengerikan sebagai seorang jomblo keren masih saja melekat di pundak atletisku, padahal pasangan yang aku pingin enggak muluk-muluk kok. Cukup seperti Via Vallen. .
bayangin bro, dari salah satu surat kabar edaran terbatas yang pernah tak baca ternyata kesepian lebih mematikan dari obesitas, nah kalau seorang yg mengidap workaholik lagi kesepian dan bermasalah dengan obesitas seperti saya kalau enggak diimbangi dengan refresing ya bisa berabe kan.

Hari Pendakian
Selasa 11 Juli 2017 kami pagi banget berangkat dari jogja dan sampai Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Banaran sekitar jam 08:00, karena hari itu tepat 18 hari dimana sidia pergi dengan sejuta alasan yang aku bahkan enggak peduli semua pembelaannya karena tetap tinggal atau pergi emang hak nya dia, setelah melakukan registrasi dengan diawali dengan do'a kami memulai Pendakian Gunung Sumbing via Banaran.
Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Banaran
Janganlah mendaki hanya membawa tubuhmu, tapi ikut sertakan juga perasaanmu.
asal jangan bawa kenangan masa lalumu,
karena sungguh itu lebih melelahkan dari membawa beban yang ada di dalam tas carriermu. .
Dan perjalananpun dimulai. .
Dari Basecamp ke Pos 0 sebenarnya bisa ditempuh menggunakan jasa ojek tapi karena kami masih perjaka, kami putuskan buat jalan kaki. Entah karena semangat atau karena do'a dari sahabat-sahabat Garukpala Adventure dari Basecamp ke Pos 0 kami tempuh kurang dari 1jam, padahal jalan yang dilewati luimayan jauh dan ada beberapa tanjakan dengan kemiringan yang sangat menguras tenaga, hati dan pikiran kami, tapi selelah apapun perjalanan dari Basecamp ke pos 0 lebih melelahkan menunggu kepastian dari dia yang ngebuat hatiku luluh tak bervitamin.

jika seseorang meninggalkanmu tanpa alasan,
beri dia alasan kecewa karena telah meninggalkanmu
dengan  cara menjadi lebih baik dari pendamping dia yang baru. .
Bang Ari si lugu yang unch. .
Bang Dany enggak lugu tapi unch juga 
Menuju Pos 1 kami sudah meninggalkan ladang penduduk dan masuk vegetasi yang cukup rapat seperti hatinya yang tak bercelah sedikitpun sehingga aku tertahan dan jauh dari bisa buat menyemai benih cinta yang begitu suci dan tulus. Karena saat itu bulan juli untuk sampai ke pos 1 kami membutuhkan waktu sekitar 1 jam.

Sebuah pendakian, pernah mengajarkanku,
betapa patutnya aku bersukur atas segala hal yang kuanggap sepele dalam kehidupan.
Sebuah pendakian pernah merubah sepotong roti menjadi penyambung nyawa,
setetes air di botol menjadi sangat berharga
dan sebuah kalimat penyemangat dari seorang sahabat lebih hebat dan bermakna dari kalimat bijak dari Mario Gotze.
Perjalanan ke Pos 2 kami melewati vegetasi yang semakin rapat dan jalan semakin menanjak tanpa ada satupun turunan entah itu turunan tajam atau turunan tumpul, ya begitulah yang namanya naik gunung jangan pernah berharap diberi jalur pendakian yang mudah tapi berdoalah agar diberi kekuatan dan kemudahan buat melewatinya. ciee gokil
Dan perjalanan menuju Pos 2 kami membutuhkan waktu 30 menit.

Berbahagialah dengan cara sederhana,
maka sederhana pula caramu mendapatkanya.
Sama halnya perjalanan menuju Pos 2, perjalan menuju Pos 3 masih melewati vegetasi yang sangat rapat dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

tidak bisa dipungkiri bahwa kita sekarang hidup dizaman cowok keren main di gunung
sedangkan cowok yang tuna ganteng sibuk mainin hati cewek 
Di tengah perjalanan menuju Pos 4 kami disuguhi pemandangan yang sangat indah, bahkan lebih indah dari kata-kata manis si dia pas minta kado di hari jadi kami yang ke 40 hari. Ya namanya juga sayang apapun jalanya, sesulit dan sesakit apapun jalan buat tetap bersamanya tetap tak jalani dengan penuh keikhlasan karena bersamanya adalah kebahagiaan yg tidak bisa terbeli dengan hal apapun.

Lelah yang aku rasakan saat menjelajah alam
akan setimpal dengan inspirasi yang aku dapatkan.

Dan sungguh,,setiap hening yang aku rasakan di antara lautan awan, 

selalu meningatkanku akan sosokmu yang begitu anggun dan indah.
Karena kami disuguhi pemandangan yang sangat indah, kami jadi dilema mau ngelanjutin perjalanan atau mau singgah sebentar. Akhirnya dengan kekompakan tim kami memutuskan buat istirahat sampai selepas maghrib. Sambil menikmati pemandangan yang begitu memanjakan mata, kami menyeduh kopi dan menikmati jajanan yang kami dapat dari indopalamart dengan menukar beberapa kertas berwarna merah dan biru atau biasa disebut dengan nama uang.

Keceriaan kami berubah saat menuju Watu Ondo atau Camp area, entah karena fisik yang mulai capek atau hal lain perasaan kami sudah tidak nyaman dari pertama kami melangkahkan kaki. Puncak kekhawatiran kami adalah saat di Watu Ondo, karena tiba-tiba Bang Ari terdiam kaku dengan wajah yang sangat pucat dan karena perjalanan tidak mungkin buat dilanjutkan akhirnya kami beristirahat di tengah-tengah tebing Watu Ondo. Sambil menggigil Bang Ari menjelaskan apa yang barun saja dilihatnya "kawan aku sudah enggak kuat lagi, dari tadi aku diikuti bayangan seorang wanita paruh baya dan setelah mendekat ternyata itu bayangan mantan yang meninggalkan aku pas lagi sayang-sayangnya". Kamipun terdiam merinding mendengarnya, karena akhir-akhir ini bayangan mantan memang lebih menakutkan dari bayangan hantu kw ataupun hantu ori.

Setelah Bang Ari sudah mulai bisa menerima kenyataan kalau kekasih yang dicintainya dengan penuh harap kelak akan menemani sampai akhir hayat, kami melanjutkan perjalanan menuju camp area. Ternyata dari Watu Ondo ke Camp Area sangat dekat, tanpa berlama-lama kami mendirikan tenda dan masak buat makan malam. Entah karena lapar atau Bang Ari yang pinter masak yang jelas rasa masakan kali ini benar-benar kacau tanpa toleransi. Setelah tak tanya kenapa rasanya tanpa kepastian kek gini bang,, Bang Ari ngejawab "tadi pas masak kuahnya tak kasih sedikit rasa kecewa, kenangan dan beberapa harapan buat bisa bersanding dengannya lagi". Aduh gimana Bang Ari ini, mau bisa move on gimana coba kalau setiap hembusan nafasnya yg ada hanyalah tentang mantannya. Sambil makan sajian dimalam itu saya dengan wajah lugu memberi nasihat buat sahabat baik saya Bang Ari "bang,, rasa sakit dan kecewa yg kamu rasakan selama ini tidak lain karena kamu yang memberi ruang buat berharap bersamanya lagi, ikhlasin bang. percaya sama aku hubungan satu arah itu enggak akan pernah berhasil dan dengan berat hati tolong dengarkan sahabatmu yang paling unch ini, lupain dia dan hapus semua harapanmu bersamanya karena sungguh harapan itu sudah enggak ada lagi. tolong bang sayangi ususmu dengan minum yak*lt tiap hari dan kalau kamu udah menemukan seseorang yang baik buat kamu jangan pernah meninggalkan dia hanya buat yang cantik. bosan itu manusiawi tapi saat kamu bosan dengan yang baik dan pergi buat yang cantik, maka saat rasa bosan itu hilang yang datang hanyalah penyesalan bang, penyesalan... ". setelah semua seperti seharusnya kami keluar tenda sambil melihat pemandangan yang indah pemukiman penduduk dibawah gunung, langit yang bertabur bintang sambil membahas tentang rasa yang diabaikan, tentang rindu yang tak dapat digambarkan, tentang cinta yang tak tersampaikan, tentang hati yang masih tetap pada pendirian, tentang penantian yang berujung kekecewaan, tentang perjuangan yang akhirnya disia-siakan dan misteri dibalik ngenesnya kejombloan Bang Bara, padahal beliau itu rajin beribadah, rajin menabung, mengutamakan kesetian diatas segalanya dan yang pasti dia selalu taat pada perundang-undangan yang berlaku.
Tanpa terasa jam tangan kado ulang tahun dari mbak mantan yang ke20 sudah menunjukan pukul 00:00, itu pertanda kalau hari sudah malam dan waktunya buat tidur cakep ala garukpala adventure, maka dengan aba-aba dari saya kamipun beranjak tidur karena besoknya kami harus bangun lebih awal karena jarak menuju puncak rajawali masih lumayan jauh.

Entah kenapa malam itu tidak seperti biasanya, perasaanku benar-benar jauh dari kata nyaman. Tepatnya jam 02:00 saya terbangun karena suatu hal ganjil, sayup-sayup terdengar suara jones akut menangis dan makin lama tangisan itu semakin menjadi, sontak tubuh mungilku kaget dan bulu-buluanku merinding. Akhirnya pelan-pelan aku bangun melihat keadaan dan sumprit aku sangat terkaget-kaget setelah melihat kenyataan bahwa tangisan itu dari Bang Ari, Dengan nada setengah mateng saya memberanikan diri buat menanyakan hal genap apa yang ngebuat orang setegar beliau menangis tersedu "Bang kamu kenapa menangis dan kalau menangis mukanya jangan dijelek-jelekin toh, tolong dikondisikan karena sangat menggangu. ." dengan nada kebiru-biruan Bang Ari ngejawab "tadi sebenarnya pas dijalan sebelum basecamp aku ngelihat ceweku eh mantanku maksudnya, dia ngeboncengin cowok barunya dan cowok kampret itu lebih kharismatik dari aku dan itu sangat menyakitakan", akhirnya saya terdiam sejuta tanya, karena kejadian seperti itu bisa saja menimpa siapapun termasuk saya karena cewek kalau udah tega dia sejuta kali lebih jahat dari ketombe mimi peri. Dengan hati yang bersebelahan saya hanya bisa mendoakan semoga sahabat saya Bang Ari diberi pengganti oleh tuhan kekasih yang jauh lebih indah dari mantan yang melukiskan kenangan pahit di akhir cerita, setelah hati Bang Ari sudah tidak berkecamuk lagi, saya dan Bang Ari melanjutkan tidur cakep ala Garukpala Adventure.

Menuju Puncak Rajawali
Lagu "Para Remaja Unch dari Garukpala Adventure" sebagai nada alarm membangunkan kami dan kamipun memasak buat sarapan sembari mempersiapkan segala sesuatu buat perjalanan ke puncak.
tanpa menunda-nunda selesai sarapan kami memulai perjalanan menuju Puncak Rajawali.
Untuk sampai ke Segara Banjaran waktu yang kami butuhkan sekitar 2 jam,
Allah mempertemukan untuk satu alasan.
Entah untuk belajar atau mengajarkan.
Entah akan menjadi bagian terpenting atau sekedarnya.
Akan tetapi tetaplah menjadi terbaik diwaktu tersebut,
Lakukan dengan tulus,
Meski tidak menjadi seperti apa yang diinginkan.
Tidak ada yang sia2 karena Allah yang mempertemukan. .
Kekuatan gunung bukan hanya terletak dalam keindahan puncak dan abadinya bunga Edelweis.
Namun, dia mampu memberikan kita hikmah tentang kecilnya kita di hadapan sang pencipta. 
Setiap usaha sekecil apapun itu, semesta akan menghargai setiap upaya yang diperjuangkan
kalau tidak sekarang pasti suatu saat kamu akan mendapatkan buah dari apa yang kamu tanam.
Sesampainya di Segara Banjaran, Puncak Rajawali atau puncak tertinggi gunung sumbing sudah terlihat, tapi ternyata jalanya masih memutar dan lumayan masih jauh. Dengan tenaga yang hampir habis  kami melangkah dengan gontai sambil bernafas, menapaki jalur pendakian yang diselimuti kabut. Jujur saat itu tenaga kami benar-benar habis, yang tersisa hanyalah semangat 69 tapi kami yakin kalau kami percaya pendakian kali ini sampai puncak, maka kami pasti bisa sampai puncak.
Dan karena kabut mulai datang kami istirahat tidak lebih dari 2jam, kami langsung terusan buat melanjutkan perjalanan ke Puncak Rajawali.

Tidak jauh dari segara banjaran akhirnya kami sampai di kawah gunung sumbing, tepat disebelah sebuah makam disitu ada beberapa lubang kawah yang menyemburkan asap belerang. Tadinya kami mau ke segara wedi tapi karena waktu kami sangat mepet, kami melanjutkan perjalanan ke puncak.

Perjalanan dari kawah ke puncak menurut saya adalah yang terberat dalam pendakian kami kali ini, tenaga yang benar-benar terkuras, jalur yang semakin menjadi, asap belerang yang sangat menyengat, matahari yang semakin terik, bayangan mantan yang selalu membebani dan kenangan masalalu yang selalu melintas benar-benar membuat pendakian kami ke puncak rajawali semakin unch. .

Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan dari segara banjaran, akhirnya dengan ijin tuhan dan kekompakan tim, akhirnya kami bisa menapakan kaki mungil kami di puncak tertinggi gunung sumbing yaitu puncak rajawali.

Percayalah..
 keindahan alam lebih dari cukup untuk menyejukkan hatimu yang bersedih
dan menyembuhkan hatimu yang terluka,
 iya yang terluka oleh semua janji manisnya
dan dingin sikapnya sebelum dia benar-benar pergi dengan semua impian yang pernah dijanjikan. .

Saat ada di puncak aku berfikir, ,
bahwa jauh dibawah sana alam menyediakan sumber daya yang cukup untuk kebutuhan setiap manusia,
namun tidak untuk keserakahan setiap manusia.

ketika kamu memilih tetap bertahan pada seseorang yang kerap kali ngebuat kamu kecewa 

dan masih selalu dan selalu berharap dia berubah indah seperti diawal,
itu sama halnya kamu memberikan dia kesempatan buat menyakitimu lagi dan lagi.

lupakan dia, ikhlasin dia,
percayalah sehebat dan sekuat apapun perjuanganmu
hubungan satu arah itu enggak akan pernah berhasil.

Banyak orang yang memimpikan kesehatan jasmani dan rohani,
mereka tidak tahu cara tepat untuk mendapatkannya.
Bagiku, cara tepat untuk mendapatakan kesehatan rohani dan jasmani adalah mendaki gunung.

Mendaki itu bukan untuk menikmati kesendirian tapi menikmati panasnya kebersamaan karena bangun kesiangan jadi sampai puncak jam 1 siang 

Mustahil semesta memberi semua yang kita inginkan,
karena tuhan lebih tau mana yang kita butuhkan
dan pasti akan memberikan yang terbaik buat kita meski dengan jalan yang berliku dan menyesakan. .
Bila yang kau cintai adalah pecinta alam,
maka siaplah hatimu untuk mencemburui gunung, hutan, tebing, jurang, burung-burung, edelweis, nyanyian daun
dan semua keindahan yang disuguhkan semesta alam buatnya.
Bersiaplah jadi pencemburu !!!


Tapi kui ming berlaku nggo pendaki sik kekinian,
nek pacaran ro aku mah ga perlu cemburu mbak.. wong aku ndaki gunung ki gur ben iso pindah le turu. .

Sudahlah,, meratapi yang pergi hanya akan menambah luka diri.
ketika dialah sejatinya cintamu, seberapapun terjalnya liku yang dilewati, dia pasti sampai jalanya untuk kembali.

Bermimpi bukanlah sesuatu yang salah,
namun terus memeliharanya dalam khayalan tanpa sebuah kepastian
hanya akan melahirkan angan semu yang tak berkesudahan.

Karena sungguh, dalam cinta adalah sebuah keharusan untuk saling memahami dan mengerti,
namun ketika dusta dn kebohongan yang dihadapi, cinta semestinya tau bagaiman cara berlari dan meninggalkan.

Pahamkan dalam diri, jangan sesekali membandingkan dia yang hadir kini dengan masalalumu itu.
sepenuh hati hargai perjuangannya yang tak henti berusaha buatmu bahagia.

Terkadang kita harus abaikan perasaan dan emosi,
tak mesti tanyakan siapa yang kita cintai namun tanyakan siapa yang membuat bahagia.


Mendaki gunung memiliki banyak resiko,
baik itu hipotermia, tersesat, terjatuh, bertemu binatang buas, bertemu hantu
atau bahkan bertemu mantan terindah dengan pacar barunya INI YANG PALING SEREM 
Jujur, aku takut akan resiko-resiko itu.
Namun, mendaki gunung selalu mengajarkanku tentang sampai di mana kemampuanku untuk melawan rasa takut.

ketika kita fokus akan puncak dan menikmati pendakian senikmat mungkin,
percayalah tidak akan pernah ada yang namanya rasa sesal atau kecewa karena rasa capek dalam pendakian. .

Terkadang seluruh manusia selalu mengeluh tentang kehidupan mereka.
Untuk itulah aku mendaki, aku mendaki untuk menjauh dari kehidupan yang mereka eluhkan.
Waktu perjalanan turun kami benar-benar kurang beruntung, sesampainya di segara banjaran kami dihadang badai yang cukup membuat bulu angsa merinding. karena saat itu saya sangat pusing dan Bang Dani kakinya cedera akhirnya kami sembunyi dibalik bebatuan sampai sore sambil menunggu badai reda. kami tidak mau ambil resiko dengan keadaan tim yang sudah tidak mumpuni lagi buat melajutkan perjalanan, ditambah jarak pandang yang begitu terbatas akan sangat konyol kalau kami memaksakan buat tetap jalan.

Setelah badai reda kami melanjutkan perjalanan ke camp area, karena hari sudah mulai gelap kami tidak buang-buang waktu buat packing barang dan bergegas turun ke basecamp.
Sekitar jam 23:00 akhirnya kami sampai di basecamp dengan selamat.



Terimakasih Tuhan atas indahnya hidup ini.
Terimakasih telah memberi kemudahan dan keselamatan di sepanjang pendakian ini.
Terimakasih telah mempertemukan 
aku dengan sahabat-sahabat yang menjadi keluarga bagiku ...
dan terimakasih buat Bang Ary dan Bang Dany karena di dalam pendakian ini kita bisa saling menjaga satu sama lain, saling mendukung dan saling melindungi. semoga di trip selanjutnya kita semakin kompak.
suatu kehormatan dapat kesempatan mendaki bersama orang-orang hebat seperti kalian.
keberhasilan kita sampai puncak memang luar biasa tapi perjuangan kita melewati segala rintangan itu yang tak akan terlupakan.

Dan semoga pengalaman di pendakian Gunung Sumbing via Banaran ini memberikan kita inspirasi untuk menjadi manusia yang lebih baik. Amin

Cerita ini di angkat dari pendakian kami di gunung Pendakian Gunung Sumbing via Banaran Selasa 11 Juli 2017, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Untuk video pendakian tim garukpala di Gunung Sumbing via Banaran
bisa di lihat di Pendakian Gunung Sumbing via Banaran
Salam lestari.
YNWA


Baca juga : Kisah Pendaki Tersesat, Sendirian Berjuang Hidup.


Senin, 03 Juli 2017

Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho

Salam lestari para pecinta alam yang masih berusaha move on dari mantan terindah,, Inget istilah : KALO JODOH GA KEMANA. So kalo lo ma dia berjodoh, pada akhirnya kalian emang akan bersama, karena itulah takdir dari Tuhan YME. Jadi ga usah ngoyo2 sedih2 kehilangan dia, Ikhlas itulah kuncinya. Yakin bahwa ada kekuatan yg lebih besar yg telah mengatur hidup lo. Gue ngomong apa coba. hahaha

“Jika kau patah hati, berjalanlah!”

Ya, obat terhebat untuk mengobati hati yang remuk redam dan hancur berkeping-keping
adalah dengan melakukan perjalanan.
Namun jika boleh mengerucutkan kalimat tersebut saya lebih suka menggantinya dengan kalimat ini,
“jika kau patah hati mendaki gununglah!”


Adventure selalu mengajarkan hal-hal yang baru, serta pengalaman yang luar biasa, yang tidak semua orang bisa merasakanya dan tentunya bisa mengurangi kegalauan pasangan LDR  seperti yang satu di jogja dan yang satunya dipelukan orang lain.
Oka, di kesempatan yang baik ini saya akan banyak bercerita tentang pendakian saya kemarin bareng sekumpulan manusia baper dari Garukpala Adventure.
Nah, sebelum bercerita ke inti cerita saya akan basa-basi dulu biar tulisan saya kali terlihat rumit seperti perasaanku padanya yang tak kunjung pasti, kadang aku berfikir mencintainya adalah sebuah kesalahan karena sama seperti memulai kisah yang tak akan pernah berakhir. .
Sejangkrik itukah aku sampai harus tersesat dijalan yang begitu kelam, dimana sedikit harapan bersamanya menuntunku semakin jauh dan menjauh dari kewarasan dan logika.
Haduuuuh sorry bro, kalau kali ini gw lebih banyak curhatnya dan kurang fokus ke pendakian. ya maklum gw udahan sama dia pas gw lagi sayang-sayangnya. .

Dimulai dari pantangan yang harus di patuhi saat melakukan pendakian Gunung Lawu,,

Mendaki Gunung Lawu ternyata tak cuma harus menaati pedoman teknis. Warga sekitar mengungkap, ada “sopan santun” yang harus dilakukan saat mendaki gunung yang akrab dengan kisah mistis ini.
Pemilik warung di sekitaran Lawu, Sardi, menceritakan pendaki banyak yang tidak memahami berbagai larangan tidak tertulis yang harus dipatuhi. Misalnya ketika akan mendaki gunung Lawu adalah  dilarang mengucapkan kata kesel (capai) ketika sedang dalam perjalanan menuju puncak.
“Tidak boleh ngresula [mengeluh], capai, nanti tiba-tiba stamina kita akan mendadak menurun. Jika berkata dingin maka kita akan kedinginan,” jelasnya seperti dilansir Okezone 2014 silam.
Seperti kebanyakan gunung yang ada di Indonesia yang kental dengan aura mistisk, gunung Lawu memiliki pasar yang di sebut pasar setan. Yaitu pasar yang tak terlihat dengan kasat mata. Hanya terdengar suara ramai saja. Dan tidak semua orang bisa mendengarnya.
Selain  mendengar berbagai cerita mistik dari para pendaki yang istirahat di warung miliknya, Sardi juga pernah mengalami hal yang sama sewaktu mudanya dulu.
“Dulu saya pernah sekali mengalami. Makanya jika sedang mendaki dan mendengar suara berbahasa Jawa yang menanyakan arep tuku apa mas, [beli apa mas] segera saja buang uang berapa saja. Yang pasti buang di sekitar tempat di mana kita mendengar suaranya. Terus petik daun di sekitar tempat itu seperti kita sedang belanja,” terangnya panjang lebar.
Selain Kyai Jalak sebagai penunjuk jalan, kadang kala juga muncul kupu-kupu berwarna hitam, namun di tengah kedua sayapnya terdapat bulatan besar berwarna biru mengkilap.
“Katanya jika melakukan pendakian, melihat kupu-kupu dengan ciri seperti itu adalah pertanda bahwa  kehadiran pendaki  disambut baik [diijinkan] oleh penjaga Gunung Lawu.  Jangan pernah  menganggu, mengusir dan membunuhnya,” ungkapnya.
Dan yang paling penting adalah pantangan mengenakan baju berwarna  hijau daun, dan dilarang mendaki Puncak Lawu dengan rombongan yang berjumlah ganjil.
“Jangan naik puncak jika jumlah pendakinya ganjil,  takutnya nanti akan tertimpa kesialan. Satu hal lagi yang harus diingat, jika tiba-tiba ada  ampak-ampak [kabut dingin] yang di barengi suara gemuruh, jangan nekat naik.  Turun saja atau berbaring tertelungkup di tanah,” pesannya.

Sekedar informasi. .
Jalur Pendakian Gunung Lawu umumnya dilakukan melalui jalur Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang. Namun belakang ini ada jalur pendakian Gunung Lawu baru yang banyak diminati oleh para pendaki, yaitu pendakian lewat Candi Cetho, Karanganyar. Candi Cetho adalah candi Hindu yang terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, disana pendaki memulai aktivitas pendakiannya.
Pendakian Gunung Lawu via Jalur Candi Cetho terbilang masih sangat asri, bersih, dan alami dibandingkan dengan jalur Cemoro Sewu ataupun Cemoro Kandang yang sudah banyak sampah di sepanjang jalur pendakian, meskipun saat ini di jalur pendakian via Candi Cetho juga sudah mulai ditemukan sampah yang dibuang sembarangan (Khas Indonesia Banget).
Kondisi jalur Candi Cetho adalah trek tanah yang padat dengan vegetasi yang cukup rapat sehingga sangat terasa nuansa gunung dan hutannya tidak seperti jalur Cemoro Sewu. Mendaki lewat jalur ini saat kemarau kamu akan menemui sepanjang trek penuh dengan tanah berdebu, jadi persiapkan peralatan kamu dengan baik. Dan jika kamu mendaki saat musim penghujan, kamu akan mendapati trek pendakian yang licin. So, keep Safety ya…

Kembali ke alur pendakian. .
Pendakian kali ini berawal saat suatu ketika saya mendengar dari kejauhan kalau sosok cewek yang sangat saya sayangi menangis, dengan penuh rasa khawatir saya berlari menghampirinya tapi semakin saya mendekat sosok yang aku kejar itu semakin menjauh dan menjauh sambil berkata "tinggalin aku, kamu berhak bahagia walaupun tanpa aku. kalau kamu terus bersamaku yang kamu dapat hanyalah rasa sakit" secepatnya aku menjawab "kamu jangan pernah berkata seperti itu, bahagiaku adalah bersamamu. sesakit dan sesulit apapun jalanku buat bersamamu aku akan melewatinya dengan ikhlas karena kamu adalah sesuatu yang lebih dari apa yang aku minta yang tuhan berikan buat aku, jadi tetaplah bersamaku" tak lama kemudian sosok itu menghilang di pekatnya kabut pagi di sabana gunung lawu. dan sesaat kemudian aku terbangun, ternyata semua itu hanyalah mimpi.
Dengan tergesa-gesa saya langsung telpon teman saya yang sudah tahu betul tentang Gunung Lawu, "bro, di Gunung Lawu ada sabananya kah.. kalau ada jalur pendakianya via apa" kemudian temanku jawab "ada bro di area gupakan menjangan jalur pendakian via candi cetho". setelah mengucapkan terimakasih saya langsung menghubungi para anggota tim Garukpala Adventure untuk melakukan pendakian Gunung Lawu melaui jalur candi cetho.
Setelah sepakat menentukan hari kami rembugan apa saja yang harus dibawa.

Hari pendakian. .
Jum'at 14 mei 2017 saya bareng Bang Dani yang sehari sebelumnya sudah datang dari jakarta dan menginap di kos saya berboncengan menuju Candi Prambanan dimana Bang herry dan Bang Ari sudah menunggu. karena waktu sudah menunjukan jam 09:00 kami langsung melanjutkatkan perjalanan menuju candi cetho, jam 11:30 akhirnya kami sampai di basecamp pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho.
setelah menitipkan tas kami mencari masjid buat menunaikan sholat jum'at. Adventure bukan halangan buat tetep beribadah bro ...Selesai sholat jum'at kami makan dulu di salah satu warung di area basecamp, selesai melakukan registrasi dan melaukan persiapan akhirnya dengan di awali do'a kami memulai pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho.

Dan perjalanpun dimulai. .
Walaupun kami sekumpulan pemuda baperan,
setidaknya kami bisa menikmati indahnya hidup dengan cara yang bijak.
salam garukpala adventure. .
Tepat jam 2 siang langkah pertama kami, kami ayunkan menapaki jalur pendakian lawu via candi cetho, entah karena sudah lama tidak mendaki atau karena habis gajian tapi yang jelas pendakian kali ini bener2 terasa spesial buat saya. Dari basecamp ke pos 1 karena jalan masih landai kami tempuh sekitar 60 menit. Di pos 1 ini terdapat sebuah bangunan dari kayu beratapkan terpal yang cukup menampung 7 orang. Di sebelah bangunan tersebut terdapat sebidang tanah datar yang bisa untuk mendirikan 1 buah tenda ukuran 4-5 orang. Karena di pendakian kali ini kami sepakat buat menikmatinya senikmat mungkin, kami istirahat dulu sambil mendengarkan curhatan dari Bang Ari, saat kami sedang serius mendengarkan curhatan dari Bang Ari tiba2 Bang Bara yang sedang beristirahat di pojok kiri atas merintih kesakitan sambil memegang perut, dengan nada sumbang sayapun buru2 bertanya "perutmu kenapa bang" dengan mengerenyitkan dahi Bang Bara menjawab "tadi kakiku tersandung masalalu" dengan sangat gusar Bang Dani menyahut "eh kampret,, terus kenapa yang kamu pegang di bagian perut" dengan nada lirih Bang bara membalas "tadi aku cuma makan nasi sepiring, padahal biasanya nasinya aku nambah jadi sekarang laper lagi". Akhirnya Mbak Asri selaku seksi konsumsi mengeluarkan beberapa snack untuk mengganjal perut Bang Bara. Dan perjalananun dilanjutkan.
Diduga terlalu lama menyandang status jomblo seorang pendaki
dari garukpala adventure jatuh hati dengan sebidang pohon yang tak berdaun dan sangat rapuh

Menuju Pos 2 jalan masih lumayan landai walaupun beberapa kali kami menemui beberapa tanjakan tapi masih dalam kemiringan yg bisa ditoleransi dengkul perjaka seperti saya. . Sekitar 1 jam perjalanan akhirnya kami sampai Pos 2. Di Pos 2 ini ditandai adanya pohon besar yang dibalut kain putih atau dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah kain mori. Karena rencana ngecamp kami di pos 5 atau biasa disebut dengan Bulak Peperangan, kami hanya beristri rahat 47 menit.
Daripada membuang sampah sembarangan,
buang saja semua kenangan masalamu yang hanya membuat kamu berlarut-larut dalam keputus asaan.

Perjalanan dari Pos 2 menuju Pos 3 trek yang disuguhkan semakin menanjak, kami menemui pohon - pohon besar yang tumbang melintang di jalur pendakian, dalam hati saya berkata (ya tuhan kenapa pohon sebesar ini bisa tumbang seperti harapanku bersamanya yang tumbang dan enggak mampu buat tumbuh lagi). Perjalanan menuju Pos 3 menghabiskan waktu sekitar 75 menit. Dan tidak jauh dari Pos 3 terdapat pipa air yang dilubangi dan mengeluarkan air bersih yang sangat bisa buat dikonsumsi. Di Pos 3 ini memang tidak seluas dan seindah Pos 5 apalagi kosan pacar tapi untuk beberapa pendaki yang sudah kecapekan atau ada sesuatu hal yang memaksa buat istirahat, di Pos 3 ini bisa jadi opsi kedua buat ngecamp dengan konsekuensi perjalanan dari tempat ngecamp ke puncak lebih jauh.
Herry : Bang ryan itu loh jodohmu masih jauh disana,
dan semoga tahun depat di pertemukan ya bang.
inget bang, sekedar dipertemukan. .

Jangkrik bocah iki
Menuju Pos 4 jalan masih akan menanjak dengan vegetasi yang masih rapat. Perjalanan menuju Pos 4 memakan waktu 90 menit. Di pos 4 ini hanya ada sebidang tanah datar yang cukup untuk mendirikan tenda ukuran kecil saja jadi sebaiknya kalau mau ngecamp mending sekalian di Pos 5 sekalian.

Perjalanan menuju Pos 5 jalan  benar-benar menyelamatkan semangat kami yang terkikis oleh terjalnya jalur sebelumnya dan dinginya terpaan angin, karena perjalanan menuju Pos 5 lumayan landai dengan vegetasi yang mulai terbuka. Waktu yang kami butuhkan untuk sampai di Pos 5 sekitar 70 menit. Pos 5 tidak terdapat shelter atau bangunan apapun, hanya berupa tanah datar yang dikelilingi tebing serta padang rumput. Konon ditempat ini kalau malam sering terdengar suara ribut layaknya sebuah peperangan. Inget ya kawan-kawan walaupun tidak semua orang mengalami hal aneh, yang penting jika tidak menggangu alam dan niat kita tidak menentang kondisi yang ada, ikuti saja dan kita harus menetralkan diri dari kesombongan. saya percaya setiap jengkal bumi ini ada yang menempati dan lebih berkuasa tentunya dibanding kita yang baru-baru. jadi kalau pergi kemanapun termasuk tempat-tempat yang jarang kita kunjungi seperti digunung sebaiknya kita menjaga diri agar tidak sombong dan congkak baik fikiran, perkataan dan tingkah laku.
Bulak peperangan
Tanpa berlama-lama kami langsung mendirikan tenda, selesai mendirikan tenda kami memasak buat hidangan makan malam. Selesai sholat dan makan malam sambil menikmati manisnya kopi pahit kami membicarakan hal-hal tentang pendakian dari bertahan dari badai, langkah yang di ambil saat tersesat atau bagaimana cara membuang kenangan dengan mantan terindah. Jam tangan pembelian dari hasil gaji 1 bulan menunjukan 22:00 itu pertanda kalau hari sudah mulai malam, demi kebaikan kami kamipun beristirahat dengan fikiran abu-abu.
Tepat pukul 00:00 kami semua terbangun karena Bang Ari tiba-tiba menjerit histeris, dan dengan wajah yang sangat panik sayapun bertanya "ada apa bang sampai keluar keringat dingin begitu ?"
dengan nada yang lirih Bang Ari menjawab "tadi aku mimpi, ceweku nangis meluk aku sambil berkata pertahankan aku." akupun menyahut "loh bukannya kamu sudah putus tadi malam bang", dengan wajah menggemaskan Bang Ari menjawab "maksudnya mantanku loh bro ...". Dengan senyum lega kami melanjutkan bobok cakep ala Garukpala. (Emang sih, akhir-akhir ini bayangan mantan malah lebih mengerikan dari bayangan hantu)
Dikarenakan semalaman Bang Dani tidur ditemani bayangan mantan, dia lupa pasang alarm dan kami bangunya jadi kesiangan. Tapi kami terima semua itu dengan lapang dada, karena enggak semua hal yang kita inginkan tercapai dan tuhan lebih tahu mana yang lebih baik untuk kita. Tanpa pandang bulu kami mulai menyiapkan sarapan, setelah selesai sarapan dan berkemas-kemas kami memulai perjalanan ke puncak gunung lawu via candi cetho yang termasyur.

Dari Pos 5 kamu akan melewati Tanjakan Sayang yang mirip dengan Tanjakan Cinta yang ada di Gunung Semeru bedanya kalau melewati Tanjakan Cinta di Gunung Semeru tidak boleh nengok ke belakang kalau Tanjakan Sayang Gunung Lawu tidak boleh ngebayangin bayangan mantan apalagi menyanyikan lagu tentangnya. Jadi buat kalian yang belum bisa move on dari sidia, please kalau mau kesini dipikir ulang. hahaha.
Setelah melewati Tanjakan Sayang, kami akhirnya sampai di Gupakan Menjangan tempat ini persis seperti yang ada mimpiku, sejauh mata memandang yang ada hanyalah sabana yang sangat indah. Sambil memejamkan mata aku membayangkan andai saja aku menikmati semua pemandangan indah ini dengan dia, dan tiba-tiba angin berhembus lembut tapi sangat menyayat hati seperti nada-nada perpisahan darinya. Tak lama kemudian kabut mulai datang dan merusak semua momen indah yang aku rasakan, kabut semakin lama semakin pekat seperti kepulan penyesalan karena harap yang runtuh oleh penghianatannya. Tiba-tiba Bang Ari teriak "jangkrik malah ngalamun, ayo buruan ke puncak kabut sudah datang, kita harus buru-buru jangan sampai kita terjebak kabut di Pasar Dieng" dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan.

Ambil cuti sehari, isi dengan berdoa sama Tuhan. Luapkan semua kesedihan lo ma Dia.
Kekuatan n keberanian akan timbul dari sakitnya hati. Hidup adalah kesempatan.
Berdoalah, bukan hanya demi diri lo sendiri, tp juga untuk dia.
Jangan pernah pengalaman pahit mengubah lo jadi org lain.
Ketika saatnya datang, lo akan siap utk kembali mencintai seseorang.
Ga usah ngoyo mencari cinta, krn cinta yg akan nemuin lo.
Lo ga akan pernah tahu rencana Tuhan ttg jodoh.
Jangan pernah sangsi akan Rahmat n kasihNya.
Semoga lo akan kembali mendapatkan kekuatan setelahnya.


Tanya ma diri lo sendiri, ."KIRA2 APA YANG ADA DI HATINYA ?"
keberhasilan suatu hubungan membutuhkan usaha 2 PIHAK.
Kalo rasa cinta dia ga sebesar rasa cinta lo,
mending simpen aja dh rasa cinta lo buat seseorang yg memiliki perasaan yg sama kepada lo nanti.
Kemudian Tanya lagi ma diri lo sendiri "APA DIA LAYAK DIPERJUANGIN ?"
sedangkan perlakuan dia ke elo bener2 ga layak.
Kalo lo bener2 cinta dia n rela berkorban utk itu, "APA DIA LAKUIN HAL YG SAMA KE ELO?"
pertanyaan2 ky gini akan membuat kita buka mata kita tentang kualitas cinta dia kepada kita.
So START ASKING YOURSELF.


HADAPI kenyataan. Berhentilah berharap n bermimpi.
Yang memberikan cinta adalah Tuhan,
so berdoalah kepada Dia utk mengambil cinta itu kembali.
 JANGAN nipu diri lo sendiri dgn mengatakan "Suatu saat dia akan berubah".
Yang namanya cinta sejati, akan menerima lo apa adanya,
biar seburuk apapun dia dan bahkan saat dia ga cinta ma lo.


  Kalo lo berpikir "Ga ada harapan buat hubungan ini",
buat apa lo nyiksa diri sendiri ?
MOVE ON. Temuin banyak orang, lanjutin hidup.
Lo mesti "Siap" saat "The right one" dateng.
Mungkin lo berpikir bahwa ga ada yang lebih baik dari dia, tp itu pikiran yg SALAH.
Diri kita aja yg ga siap utk bertemu org yg lebih baik krn kita masih sibuk mikirin mantan.
Jadi berhenti utk berada di sekitar mantan kita, jika mungkin.
Kalo ga bisa, coba lo bayangin saat kita akan nemuin "Mr/Ms Right" nanti,
seseorang yg PASTINYA akan mencintai lo seperti lo mencintai dia.
Lo layak dapetin seseorang ky gitu.
STOP menyalahkan diri sendiri dgn pertanyaan "Kenapa gw ga cakep ? knp gw ga pinter ? Kenapa gw ga sexy?
 ato hal lainnya ttg sebab hubungan lo gagal.
 Kalo lo memang pernah membuat kesalahan, maka belajarlah dari kesalahan itu n jangan ulangin lagi.
LIFE MUST GO ON.
Kita akan ketemu Mr/Ms Right nanti, n jangan biarin dia ketemu lo dalam keadaan menyedihkan krn putus cinta.
Lo mau seseorang yg mencintai lo n yg membutuhkan lo, persis seperti lo mencintai dia.


 Ga usah memaksakan diri utk melupakan / get over seseorang yg kita cintai.
Lepasin kesedihan lo n terima semua.
Ijinin diri lo utk ngerasa sedih, nangis, curhat, dengerin lagu mellow, dll.
 Lama2 pasti lo cape sendiri ma kesedihan lo n siap utk move on.
 Lakuin semuanya TANPA ada kontak dgn dia karena ORg yg TETAP berhubungan ma lo,
pdhl dia ga cinta ma lo sama sekali n dia tahu perasaan lo ky apa ke dia, adalah org yg EGOIS.
Lo ga bisa memaksa hati lo utk lupain rasa cinta lo,
dan kalo lo lakuin cuma akan memperburuk keadaan dan akhirnya malah nipu diri sendiri.
Lo manusia yg punya rasa cinta buat dia,
TAPI LO HARUS LEBIH MENCINTAI DIRI SENDIRI.
Lo mau kan suatu saat ketemu org yg bisa bikin lo bahagia seutuhnya ?
Jadi jangan menyerah utk meraih kesempatan itu.
Go Out n terus jadi diri lo sendiri.
 Tetep jadi diri lo yg ceria n menyenangkan.
Suatu hari akan ada yg ngeliat diri lo, n akan mencintai lo seutuhnya.


Terima diri lo apa adanya, n cintailah diri lo. Maafin diri lo atas semua keputusan yg lo udah ambil,
walaupun berakhir menyakitkan.
Tunjukkan semua yg terbaik dari diri lo.
Jangan buang2 waktu ma org yg bahkan ga bisa nerima diri lo apa adanya.
Hidup cuma sekali, terus kenapa lo sia2in ma org yg bahkan ga bisa melihat indahnya cinta lo.
Be Happy, cintai diri lo, maafin diri lo.
Mungkin ini ga akan mudah, tp pada akhirnya lo akan nemuin org yg bener2 tepat buat lo.



penyemangat gw. .
Hanya seorang yang bergelut dengan alamlah yang mengerti dan paham,
bagaimana rasanya mengendalikan diri dalam ketertekanan mental dan fisik,
juga bagaimana alam berubah menjadi layaknya seorang ibu dan bapak
 yang tidak henti – hentinya memberikan rasa kasih sayangnya. 
Kurang lebih satu jam perjalanan dari Gupakan Menjangan kami akhirnya sampai di Pasar Dieng atau biasa dikenal dengan sebutan Pasar Setan. Karena area Pasar Dieng mulai berkabut kami tidak berlama-lama di area ini, selain kurangnya penunjuk arah di area Pasar Dieng jalurnya juga banyak bercabang dan sangat membingungkan jadi kalau kawan-kawan pendaki ragu lebih baik meninggalkan tanda atau atau sejenisnya buat jaga-jaga dan jangan memisahkan diri dari kelompok dengan alasan apapun karena jarak 10 meter di tempat seperti ini kalau tiba-tiba terjadi badai atau tertutup kabut yang sangat tebal maka akan sangat beresiko buat kalian.
Ya, menghargai hidup adalah salah satu hasil yang diperoleh dalam mendaki gunung.
Betapa hidup itu mahal.
Betapa hidup itu ternyata terdiri dari berbagai pilihan, di mana kita harus mampu memilihnya meski dalam kondisi terdesak.
Satu kali mendaki, satu kali pula kita menghargai hidup.
Dua kali mendaki, dua kali kita mampu menghargai hidup.
Tiga kali, empat kali, ratusan bahkan ribuan kali kita mendaki,
maka sejumlah itu pula kita menghargai hidup.

Lukisan kehidupan pagi Sang Maha Pencipta di puncak gunung tidak bisa diucapkan oleh kata – kata.
Semuanya cuma tertoreh dalam jiwa, dalam hati.
Usai menikmati sebuah perjuangan untuk mengalahkan diri sendiri sekaligus menumbuhkan percaya diri,
 rasanya sedikit mengangkat dagu masih sah – sah saja.
Hanya jangan terus – terusan mengangkat dagu,
karena walau bagaimanapun, gunung itu masih tetap kokoh di tempatnya.
Tetap menjadi paku bumi, bersahaja, dan gagah.
Sementara manusia akan kembali ke urat akar di mana dia hidup.


Komandan garukpala sedang mabuk rindu


Pasar Dieng / Pasar Setan

Mendaki gunung membuat saya belajar melihat episode patah hati dalam sudut yang berbeda.
Esensi mendaki gunung bukan hanya selamat sampai puncak,
namun juga selamat hingga tiba di rumah.
Begitupun hati. Hati yang kuat bukan hanya milik mereka yang sembuh dari fase patah hati,
namun bisa move on dan berani jatuh cinta lagi.


Kurang dari satu jam akhirnya kami sampai di puncak Hargo Dumilah, puncak tertinggi Gunung Lawu. dan itu adalah saat-saat yang paling berkesan di pendakian kami, betapa tidak cuaca yang tadinya cerah tiba-tiba berkabut dan diiringi angin yang membuat bulu-bulunya merinding jadi kami merapatkan jarak dan untuk membuat cair suasana saya menyanyikan lagu You'll Never Walk Alone, tidak bisa dipungkiri lagu kebanggaan para kopites sedunia ini benar-benar membuat kami bersemangat. Seiring berjalannya waktu kabut yang tadinya sangat tebal mulai menghilang, kamipun mengabadikan saat-saat luar biasa tersebut.

Pemandangan dari puncak gunung lawu benar-benar menyihir saya. Langit dan bumi bertemu di batas cakrawala, menyajikan panorama yang membuat terkesima. Titik tertinggi yang saya pijak memberikan sudut pandang tak biasa, membuat saya berdo'a semoga kelak saya mendapat kesempatan menikmati semua momen indah ini bersama dia seseorang yg namanya selalu aku sebut dalam do'a dan menjadikan bahagianya kata wajib setelah semoga. .
semangat gih adiku sayang

Perasaan terharu, puas, lega dan bahagia yang tak terlukiskan campur aduk jadi satu.
Rasa yang tidak bisa didapatkan di tempat lain, apalagi dibeli.
 Hanya bisa ditukar dengan ribuan langkah kaki,
tetesan keringat dan semangat yang tidak pernah padam.

                                  Selain memastikan semua pendaki selalu bahagia disepanjang jalur pendakian,
                                           tugas seorang leader adalah memastikan semua hal sesuai rencana,
karena pendakian yang sukses itu,,
kalau seorang leader bisa membuat semua personilnya sampai rumah dengan selamat.

"Mereka yang bercengkerama dengan alam
akan membawa pulang sebuah makna bahwa alam selalu mengajarkan tentang pentingnya
melepaskan dan mengikhlaskan.
Dari alam kita akan belajar tentang makna hidup dan cinta sebenar-benarnya."
Seperti puncak yang bukanlah tujuan akhir dari pendakian, patah hati pun bukan akhir dari segalanya.
 Itu adalah awal mula untuk sesuatu yang baru.
Satu hati pergi, masih banyak hati lain yang menanti dan bisa disinggahi.
Asal kita mau membuka diri dan membuka hati.


Terimakasih Tuhan atas indahnya hidup ini.
Terimakasih telah memberi kemudahan dan keselamatan di sepanjang pendakian ini.
Terimakasih telah mempertemukan
aku dengan sahabat-sahabat yang menjadi keluarga bagiku ...
dan terimakasih buat Bang Bara, Bang Rohmat, mbak Asri, Bang Dani,Bang Ari dan Herry karena di dalam pendakian ini kita bisa saling menjaga satu sama lain, saling mendukung dan saling melindungi. semoga di trip selanjutnya kita semakin kompak.
suatu kehormatan dapat kesempatan mendaki bersama orang-orang hebat seperti kalian.
keberhasilan kita sampai puncak memang luar biasa tapi perjuangan kita melewati segala rintangan itu yang tak akan terlupakan.

Dan semoga pengalaman di pendakian Gunung Lawu via Cetho ini memberikan kita inspirasi untuk menjadi manusia yang lebih baik. Amin

Cerita ini di angkat dari pendakian kami di gunung Gunung Lawu via Cetho jum'at 14 Mei 2017, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Untuk video pendakian tim garukpala di Gunung Lawu via Cetho
bisa di lihat di Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho
Salam lestari.
YNWA


Baca juga : Kisah Pendaki Tersesat, Sendirian Berjuang Hidup.