Minggu, 26 April 2015

PENDAKIAN GUNUNG MERAPI VIA SELO

Diantara trip yang lain mungkin ini trip yang paling nekat, selain hanya beranggotakan dua personil trip ini juga merupakan pendakian pertama bagi kami di gunung merapi, hanya bermodalkan tekad dan sedikit pengetahuan tentang survival (jangan ditiru yah bro). padahal tempat yang kami tuju adalah gunung paling aktif di indonesia yaitu gunung merapi.


Gunung Merapi 2913 MDPL

Karena malam sebelumnya saya dapat kabar kalau merapi sempat terkena badai, saya membawa bekal baju dan logistik yang lebih untuk berjaga-jaga.
dengan di sertai rintik hujan perjalanpun dimulai, dari jogja saya berangkat jam 17:00 saya menuju perempatan ngablak (jl.magelang) tempat yang telah di sepakati untuk berkumpul. kurang lebih jam 18:00 saya sudah sampai di perempatan ngablak, ternyata bang heri sudah menunggu dari tadi (salut buat bang heri yang datang lebih awal) dengan bermodalkan GPS perjalanpun kami teruskan (maklum sama-sama belum tau tempatnya bro) di sepanjang perjalanan ke selo kami melewati jalan yang dipenuhi lumpur dan batu-batu yang berserakan, sepertinya di area ini tadi hujanya lebat banget. akhirnya sekitar jam 19:30 kami sampai di basecamp Barameru setelah membayar biaya retribusi sambil beristirahat kami prepare untuk persiapan naik.

Herry pemuda dari magelang penuh talenta yang bersuara emas
Ryan pemuda jogja bersahaja
yang selalu taat dengan perudang-undangan yang berlaku
Tepat jam 20:00 kami berangkat. dalam hati saya berdo'a semoga tuhan melindungi kami berdua dari segala sesuatu yang akan mencelakakan kami. perjalanan dimulai dengan tanjakan aspal hingga new selo, disini kami bertemu grup dari jepara yang berjumlah 20 orang, demi kebaikan kami berdua saya minta ijin untuk bergabung.
pasukan Garukpala
Jam 21:00 perjalanan kami lanjutkan ,dari new selo kami melewati jalan setapak yang di kelilingi ladang tembakau dan kobis, setelah kurang lebih 1 jam gapura selamat datang menyambut kami.
pengambilan photo saat turun dari puncak
Sekitar sejam perjalanan dari gapura melewati hutan pinus kami sampai pos 1. dikarenakan saat itu gerimis di sertai angin yang kencang kami beristirahat sambil berharap anginya reda.
Ngadem
Jam 00:30 angin mulai reda dan kami melanjutkan perjalanan. jam 02:00 kami sampai di pos 2 ,disini kami dihadang badai .dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan kami akhirnya mendirikan tenda di tempat ini.
Penampakan pos 2 di siang hari

Setelah memasak dengan bahan seadanya kami tidur tapi entah apa yang terjadi saat itu walau sudah memakai baju hangat dan sleeping bag aku masih menggigil kedinginan, di saat seperti itu terlintas tawa dan canda orang-orang yang aku sayangi, kamar berantakanku yang jauh disana dan secangkir teh hangat buatan ibu. dalam hati aku berkata ''ya tuhan maafkanlah aku ,kalau selama ini aku telah menyia-nyiakan nikmat yang engkau berikan ...''
Alarm HP menunjukan jam 05:30 kami bangun dan berkemas untuk melanjutkan perjalanan.dari pos 2 ke pos 3 atau pasar bubrah relatif mudah meskipun dipenuhi batu.
Tak terasa kurang lebih 1 jam kami sampai di pasar bubrah, kami di sambut cahaya keemasan dari balik gunung lawu disisi timur, gagahnya gunung merbabu di sisi utara dan gunung sindoro, sumbing serta gunung selamet di sisi barat. Indah sekali tuhan ciptaanmu ini bantu kami untuk menjaganya.


Cahaya warung remang-remang matahari di sisi timur
never give up
G3S. Gunung sindoro, sumbing dan slamet di sisi barat
Dua pemuda lugu yang jauh dari rumah
Disini sambil beristirahat kami menikmati pemandangan sekitar.
jam 07:00 waktunya melanjutkan perjalanan ke puncak.
sekedar info ya bro, sebenarnya pendakian hanya boleh sampai area pasar bubrah. karena resiko pendakian yang cukup besar baik tebing yang curam, runtuhan batu maupun aktifitas vulkanik, sehingga tim BC dan SAR merapi tak bertanggung jawab atas kejadian di atas pasar bubrah. akan tetapi misalnya memaksakan diri untuk naik, ya silahkan tapi resiko di tanggung sendiri.
lanjut ...

trek awal menuju puncak gemilang cahaya
Sepanjang perjalanan ke puncak di lihatin gunung merbabu mulu, gimana gak grogi coba !!
Dari pasar bubrah ke puncak kita akan melewati rute penuh dengan pasir dan kerikil yang tak cukup menahan pijakan, jadi sangat disarankan untuk ekstra hati-hati memilih batu yang tepat dan di jalur ini selain berdo'a hanya fokus dan kedisplinan yang membuat kita berhasil melewatinya.
batu menjadi saksi perjuanganku melewati medan yang terjal ini
semangat memang tidak bisa dipungkiri sudah mulai down, tapi memang semua tantangan dalam mendaki gunung memang tak ada yang mudah, butuh perjuangan yang sangat besar.

Sekedar saran ya bro ,sebaiknya jangan membawa carrier, cukup membawa barang-barang berharga seperti dompet, HP ,dan sebotol air. setelah kurang lebih 1 jam kami sampai di puncak merapi, kami disambut bau belerang kawah dari bibir gunung paling aktif di negeri ini.
sampil beristirahat kami mengabadikan momen yang sangat istimewa itu.


buat kamu yang disana, sorry ya cuma ngajakin fotomu.
habisnya kamu di ajak muncak ke andong aja mutah-mutah sih ...

Ryan & Herry seperti kembar tapi beda
Aduh itu si herry badane kecil, nanti kalau kena angin gede gimana coba !!
pake lepas setang segala.
Kopites Garis Lurus
Merangkak broh ...
Lagi Deg-degan malah difoto.
hadeuuh ....
Bukan rekayasa

Setelah puas menikmati pemandangan dari puncak kami memutuskan untuk kembali turun.
di dalam perjalanan kami dikelilingi pemandangan indah yang belum sempat kami nikmati tadi malam.


Lautan awan mengiringi kita selama perjalanan pulang


Tapi sayang di tengah perjalanan kami harus berpisah dengan grup dari jepara yang harus buru-buru ke basecamp karena sudah di tunggu mobil jemputan untuk ke terminal boyolali. terimakasih kawan,suatu kehormatan bisa melalui perjalanan hebat ini bersama kalian. sampai ketemu di trip selanjutnya ...

Tim Jepara yang super gokil
Jam 13:00 kami berdua sampai di basecamp. akhirnya pendakian ini berakhir sesuai dengan harapan, sayapun berucap syukur kepada tuhan yang selalu memberi kemudahan atas perjalanan ini dan semua anugerah yang selama ini belum cukup aku syukuri.


Sekian catatan perjalanan saya di pendakian merapi via selo, terimakasih sudah berkunjung.

Semoga bermanfaat, salam lestari ...

YNWA

MERDEKA !!!


8 komentar:

  1. Saya bulan depan insya allah ngetrip kesono mas..hahah..tnkz ya pengalamannya :)

    Muhamad Rifai www.tawacandakita.com

    BalasHapus
  2. Salam YNWA mas.... Seneng lihat syal liverpool berada di ketinggian....

    BalasHapus
    Balasan
    1. YNWA Kop. yang aku heran apapun kondisi LFC, tiap kali adventure pasti ketemu dengan berbagai Kopites dari berbagai daerah. seneng rasanya ketemu keluarga di tempat seperti itu, karena kita sebagai Kopites WE'RE MORE THAN JUST SUPPORTERS
      WE ARE ONE FAMILY .

      Hapus
  3. salam dari saya KOPITES REGIONAL BANDUNG mas :) YNWA

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Seperti kalimat diatas, sebenarnya pendakian hanya boleh sampai area pasar bubrah. karena resiko pendakian yang cukup besar baik tebing yang curam, runtuhan batu maupun aktifitas vulkanik, sehingga tim BC dan SAR merapi tak bertanggung jawab atas kejadian di atas pasar bubrah. akan tetapi misalnya memaksakan diri untuk naik, ya silahkan tapi resiko di tanggung sendiri.

      Hapus