Senin, 12 Oktober 2015

7 ALASAN CEWEK PENDAKI GUNUNG TIDAK LAYAK UNTUK DISIA-SIAKAN

Punya teman cewek yang hobi naik gunung? Atau kamu malah salah satu cewek yang suka menaklukkan puncak-puncak tinggi? Betapa beruntungnya dirimu, karena tidak banyak kaum perempuan yang mau bersusah payah mendaki gunung. Bagaimana tidak? Di gunung tidak ada toilet, tidak ada sinyal telepon apalagi internet, jika ingin makan harus masak sendiri, badan dan pakaian kotor penuh debu, seluruh tubuh pegal-pegal, kepanasan di siang hari dan menggigil di malam hari.

Kuat banget kan, pendaki cewek itu? Jika kamu punya stigma negatif tentang pendaki cewek, segera singkirkan hal itu dari benakmu. Mungkin kamu berpikiran bahwa pendaki berjenis kelamin cewek itu cenderung tomboy, dekil dan jarang mandi, serta cuek. Stop! 7 alasan berikut akan membuatmu kagum pada pendaki cewek karena mereka spesies langka yang tidak boleh disia-siakan.

1. Kuat dan Tidak Manja.

Berjalan selama berjam-jam, bahkan 5-7 jam dengan tas ransel atau carrier yang membebani punggung saja pendaki cewek mampu melakukannya. Bekal minum dan makanan hanya seadanya, menunya terbatas pada mie instan dan kopi. Buang hajat di rerumputan dengan berbekal tissue basah. Itu semua harus ditanggung oleh cewek-cewek yang hobi naik gunung.

Capek? Tentu. Mengeluh? Itu adalah pantangan. Seorang pendaki berjenis kelamin cewek ditempa untuk menjadi sosok yang kuat dan tidak manja. Mereka berburu dengan waktu, sehingga harus bisa mengalahkan pesimisme yang muncul dalam diri masing-masing.

2. Pejuang Sejati.

Mendaki gunung yang tingginya ribuan meter di atas permukaan laut bukan persoalan yang mudah. Diperlukan fisik yang kuat dan mental yang mantap bagi seorang cewek yang ingin melakukan pendakian.

Sudah kodrat jika cowok dan cewek memiliki kekuatan yang berbeda, cewek biasanya lebih lemah dari cowok. Tapi saat naik gunung, cewek harus bisa mengimbangi para pendaki cowok agar tidak ketinggalan di tengah jalan. Lihat, kan? Seorang pendaki cewek memiliki semangat berjuang yang besar.

3. Ramah dan Supel.

Saat melakukan pendakian, tentu di perjalanan banyak bertemu dengan pendaki-pendaki lain. Entah itu pendaki cowok atau cewek. Bagi kamu yang sering naik gunung, tentu hafal dengan kebiasaan menyapa pendaki lain. Bahkan mereka bisa menjadi teman perjalananmu selama mendaki gunung.

Pendaki cewek juga sering menyapa sesama teman pendaki lain, bahkan walaupun mereka tidak saling mengenal. Dari sekedar basa-basi, “Mari, Mas/Mbak.” sampai menanyakan asal atau memberi semangat. Bahkan tidak jarang, berawal dari saling berbagi makanan atau foto bersama bisa membentuk sebuah persahabatan.

4. Bukan Orang yang Eksklusif.

Tidur hanya beralas matras dan sleeping bag di tengah alam terbuka saja mau. Makan seadanya, bahkan kadang makanan yang disajikan tidak higienis karena terkena debu saja tidak mengeluh. Capek dan pegal-pegal, tetap berjalan bersama. Pendaki cewek tidak suka menuntut macam-macam.

Jangan cemas jika kamu adalah cowok yang enggak kaya, pendaki cewek bukan orang yang matrealistis. Mereka hanya menginginkan pasangannya mau menerima apa adanya dirinya, seperti halnya mereka menerima apa adanya pasangannya.

5. Sederhana dan Apa Adanya.

Siapa bilang pendaki cewek itu tomboy, sehingga mereka cenderung cuek? Tentu saja tidak! Para pendaki cewek hanya sedikit lebih istimewa daripada cewek-cewek kebanyakan. Pendaki cewek tidak terlalu mempermasalahkan seperti apa mereka di hadapan orang lain.

Mereka tidak suka terlihat cantik dengan make up tebal atau perawatan di salon-salon terkenal. Untuk apa? Toh, make up akan luntur saat terkena panasnya matahari di atas gunung. Begitu pun muka akan terlihat coreng moreng karena debu di sepanjang trek pendakian.

6. Romantis Abis.

Cewek itu gampang tersentuh perasaannya. Tapi, tidak banyak cewek yang mau bersusah payah menunjukkan sisi romantismenya. Kebanyakan malah menuntut cowoknya senantiasa romantis, sedangkan dia sendiri enggan jika harus bersikap romantis. Alasannya: cowok memberi, cewek menerima.

Beda halnya dengan cewek yang suka mendaki gunung, dia tidak akan ragu menggandeng tangan pasangannya sambil menikmati matahari terbit di puncak gunung.

7. Cantiknya Tersembunyi.

Setiap orang tahu, edelweis adalah bunga abadi yang cantik. Tapi orang jarang memperhatikan dandelion yang tak kalah indah, tersembunyi di rerumputan.

Seperti halnya para cewek yang suka mendaki gunung, mereka bagaikan dandelion yang keindahannya kalah oleh edelweis yang terlihat di permukaan. Oleh karena itu, hanya orang-orang yang jeli yang bisa melihat kecantikan cewek-cewek titisan Srikandi yang berbeda dari yang lain ini.

Source; hipwee.com/list/7-alasan-cewek-yang-suka-mendaki-gunung-tidak-layak-untuk-disia-siakan/?utm_source=Facebook&utm_medium=Social&utm_campaign=fbrepost+%2F+for+reposted+articles

Tidak ada komentar:

Posting Komentar